bombaliterorJIbungker

Penampakan Bungker Tersembunyi Teroris Upik Lawanga

Penampakan Bungker Tersembunyi Teroris Upik Lawanga
Tempat persembunyian atau bungker milik terduga teroris Taufik Bulaga alias Upik Lawanga di Desa Sribawono, Kecamatan Way Seputih, Lampung Tengah. Dok Polda Lampung


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Mabes Polri dan Polda Lampung meninjau tempat persembunyian atau bungker milik terduga teroris Taufik Bulaga alias Upik Lawanga. Upik adalah teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI) yang ditangkap pada 23 November lalu di Desa Sribawono, Kecamatan Way Seputih, Lampung Tengah.

Dari video yang disiarkan Metro TV, Sabtu, 19 Desember 2020, rumah Taufik Bulaga berbentuk semipermanen dengan tembok yang belum diplester. Sementara lokasi bungker berada di bagian belakang rumah, terpisah dengan bangunan utama. Tembok lokasi bungker dibuat dari terpal, kemudian atapnya dari asbes.

Baca juga: Ada Genangan Air Selutut di Bungker Teroris Upik, Ini Fungsinya

Kemudian, akses masuk ke bungker yang dibuat dari semen cor itu dengan cara turun ke bawah dari lubang persegi empat dengan ukuran 50 x 50 cm.

Akses turun ke bawah dengan menggunakan tangga yang terbuat dari kayu. Di dalam bungker terlihat ada selang besar berwarna biru, yang diduga untuk menguras atau menambah debit air.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Lampung Kombespol Zahwani Pandra Arsyad membocorkan sedikit gambaran ruang bawah tanah tempat persembunyian tersebut.

Bungker itu berukuran 3x2x3 meter, dan lokasinya jauh dari pemukiman penduduk, sehingga tidak diketahui masyarakat. Disitulah Upik merakit senjata rakitan.

"Di situ ada airnya, ada genangan air setinggi lutut. Gunanya apabila mencoba senjata rakitan tidak akan terdengar oleh tetangga sekitar," ujar Kombespol Zahwani.

Baca juga: Upik Lawanga Sebut Jaringan Teroris Menyusup ke Ormas

Menurutnya, warga tidak mencurigai aktivitas Upik lantaran keseharianya ia berdagang, atau beternak bebek.

"Dia ternak itik. Tapi ini berkat kegigihan Densus 88 Antiteror Mabes Porli berhasil kita amankan," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait