#beritalampung#beritalampungterkini#pbb#pajak#penagihan

Penagihan PBB 12 Pekon di Lambar Diperpanjang hingga Akhir Oktober

Penagihan PBB 12 Pekon di Lambar Diperpanjang hingga Akhir Oktober
Ilustrasi. Dok


Liwa (Lampost.co) -- Jumlah pekon di Lampung Barat yang tidak mencapai target penagihan pajak bumi dan bangunan sektor perkotaan dan perdesaan (PBB-P2) 2022 sampai jatuh tempo pada pukul 24.00 WIB, 30 September lalu, ada 12 pekon dari 136 pekon di delapan kecamatan. Kedelapan pekon itu pun mengajukan perpanjangan masa penagihan PBB-P2.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Lambar, Okmal, mengatakan pihaknya menyetujui permintaan perpanjangan masa penagihan PBB-P2 tersebut hingga akhir Oktober mendatang. Saat ini permintaan sedang dalam proses pembuatan surat keputusannya. "Dengan adanya surat permohonan perpanjangan itu, secara otomatis masa penagihan akan diperpanjang," katanya, Senin, 3 Oktober 2022.

Baca juga: Pemdes Sukadamai Prioritaskan Pembagian BLT DD

Ke-12 pekon yang belum melunasi PBB hingga jatuh tempo itu, yakni Pekon Bandarbaru, Kecamatan Sukau, masih terutang Rp14,693 juta dari target Rp14,736 juta. Kemudian Pekon Sukapura (Sukau) Rp13,3 juta dari target Rp53,2 juta. Lalu Pekon Tambakjaya (Way Tenong) Rp28,711 juta dari target Rp28,772 juta.

Selanjutnya Pekon Pagardewa (Pagardewa) Rp14,1 juta dari target Rp27,3 juta. Pekon Canggu (Batubrak) belum ada setoran dari target Rp11,865 juta. Pekon Kerang (Batubrak) juga belum setor dari target Rp4,5 juta. Pekon Sidorejo (Suoh) juga belum setor dari target Rp53,5 juta. 

Di Kecamatan Bandarnegeri Suoh yaitu Pekon Bumi Hantatai belum sepeser pun setor dari target Rp73,9 juta dan Pekon Negerijaya masih terutang Rp40,336 juta dari target Rp40,728 juta.

Kemudian di Kecamatan Gedungsurian, yaitu Pekon Ciptawaras terutang Rp21,872 juta dari target Rp42 juta dan Pekon Gedungsurian dari target Rp50,4 juta juga belum ada setoran. Sementara tujuh kecamatan lainnya sudah lunas.

Pihaknya meminta dengan diperpanjangnya masa penagihan PBB-P2 itu, kecamatan,  pekon, dan petugas penagihan untuk segera mengintensifkan upaya penagihan kepada wajib pajak.

"Kami minta seluruh pihak yang berkaitan dengan tugas penagihan PBB-P2 untuk mengintensifkan penagihan. Laksanakan tugas secara maksimal sehingga target bisa tercapai," katanya.

Selain ke-12 pekon itu, target PBB yang bersumber dari menara seluler juga masih terutang Rp78,4 juta dari target Rp195,4 juta. Kemudian dari PLN juga belum ada setoran dari target Rp3,342 juta.

Sementara itu, Amin, peratin Pekon Kerang, Kecamatan Batubrak, salah seorang peratin yang belum menyetorkan PBB-P2, mengaku penagihan baru bisa dilaksanakan September lalu. "Karena kondisi masyarakat, penagihan baru dapat dilaksanakan petugas pada September lalu. Saat ini dananya baru terkumpul dan direncanakan besok segera disetor lunas,"  ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait