Pemulunggerobak

Pemulung Asal Pringsewu Tetap Nekat ke Bandar Lampung

Pemulung Asal Pringsewu Tetap Nekat ke Bandar Lampung
Masih saja terlihat banyak pemulung yang nekat duduk di pinggir jalan untuk menunggu para dermawan memberikan donasi bantuan. Atika


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Meskipun pihak pemerintah kota Bandar Lampung mulai menertibkan manusia gerobak atau pemulung yang ada di jalan raya. Masih saja terlihat banyak pemulung yang nekat duduk di pinggir jalan untuk menunggu para dermawan memberikan donasi bantuan.

Seperti salah seorang pemulung yang ada di Jalan Gunung Rajabasa, Wayhalim. Pemulung tersebut mengaku bahwa sudah sejak April, dirinya dan keluarga mencari peruntungan di Bandar Lampung. Untuk tempat tinggal, Ia mencari kamar sewaan seadanya, karena keseharian Ia dan keluarga memang di jalanraya.

"Sejak April jelang puasa saya sudah ke Bandar Lampung, saya datang bersama keluarga lain menggunakan mobil sewaan. Tujuan kami memang datang kesini musiman di bulam Ramadhan, nanti jelang lebaran kami semua pulang," kata Sumi, pemulung asal Pringsewu ini, Rabu, 13 Mei 2020.

Ia juga mengatakan setiap harinya Ia selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain agar tidak ketahuan satpol-pp. Hal ini Ia lakukan karena perekonomian keluarga yang sulit. Suami yang lumpuh dan ketiga anak yang tidak sekolah menjadikannya harus melakukan kegiatan ini.

"Suami saya dan anak saya ikut kesini, anak saya tidak sekolah karena tidak ada biaya. Kalau tidak ke kota, biasanya di tempat asal kami juga ambil barang bekas," katanya.

Menurutnya, Sumi belum menerima bantuan dari pemerintah baik bantuan tunai dan non tunai. Sehingga baginya dan keluarga penulung lain, dengan duduk di pinggir jalan dan berharap belaskasihan para masyarakat Bandar Lampung menjadi harapan terbesarnya.

"Belum terima bantuan apa-apa, dengan beginilah saya bisa bertahan hidup bantu penuhi kebutuhan keluarga makan dan lain sebagainya," ujarnya. 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait