#beritalampung#beritalampungterkini#penganiayaan#pembunuhan#kriminalitas#kriminal

Pemuda yang Ditusuk Matanya hingga Meninggal Hidup Sebatang Kara

Pemuda yang Ditusuk Matanya hingga Meninggal Hidup Sebatang Kara
Hasanah, saudara Saipul yang meninggal setelah dianiaya sejumlah orang hingga meninggal, saat ditemui di kediamannya, Minggu, 30 Oktober 2022. Lampost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemuda yang matanya ditusuk sekelompok orang di Sukaraja, Bandar Lampung,  meninggal dunia, Minggu, 30 Oktober 2022. Pemuda bernama Saipul itu diketahui hidup sebatang kara.

Keluarga korban Hasanah mengatakan Saipul sudah lama tidak terlihat dan tempat tinggalnya pun berpindah-pindah atau tidak menetap. "Saya kaget dengar dia ninggal, sudah lama enggak liat. Dia tinggal gak netap pindah-pindah," ujarnya saat ditemui di kediamannya Jalan Yos Sudarso, Lingkungan 3, Kelurahan Sukabumi.

Baca juga: Satu Pencuri 97 Tandan Sawit Diciduk

Korban pun sudah tidak punya orang tua karena sudah meninggal, sedangkan dua saudara juga tidak diketahui keberadaannya. "Dua saudaranya, kakaknya juga gak tau di mana, mereka pisah semenjak orang tuanya ninggal," katanya.

Dia menjelaskan Saipul menghilang sekitar empat tahun lalu. Terakhir mendengar kabar dia meninggal di rumah sakit akibat berkelahi. "Saya juga gak tau dia dikebumikan di mana. Intinya saya sudah ikhlas, kami juga keluarga tidak mampu ngurusin," katanya.

Hasanah berharap agar pelaku segera tertangkap untuk mempertangggungjawabkan perbuatannya. "Semoga cepat ketangkaplah. Kami mau bantu juga gak punya, cuma bisa doain dia aja," katanya.

Sebelumnya, seorang pemuda yang belum diketahui identitasnya ditemukan warga bersimbah darah dalam keadaan pisau masih menancap di bola mata di wilayah Sukaraja, Telukbetung Selatan, Jumat malam, 28 Oktober 2022, sekitar pukul 23.30 WIB.

Warga sekitar  Emi mengatakan pemuda tersebut dalam keadaan kritis dan meminta pertolongan warga hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit terdekat. "Awalnya kan warung saya belum tutup, lihat ada beberapa pemuda ngejar satu orang dan berkelahi di situ," katanya.

Setelah itu dia berteriak dan mencoba melerai, tapi mereka tidak mengindahkannya. Beberapa orang tetap melakukan penganiayaan yang berujung penusukan kepada korban.

"Gak berenti dia nusuk korban walaupun saya sudah teriak, setelah terkapar dan kritis mereka kabur. Pisau masih menancap juga di matanya," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait