#lampungselatan

Pemuda Pematangbaru Lamsel Pencipta Sepatu Listrik

Pemuda Pematangbaru Lamsel Pencipta Sepatu Listrik
Sudar, pencipta sepatu listrik dari Lampung Selatan. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Seorang pemuda asal Dusun Bumiasih, Desa Pematangbaru, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, menciptakan sepatu yang bisa menghasilkan energi listrik.

Pria itu bernama Sudar. Dengan temuan itu, dia kini dikenal si manusia listrik. Dia mengaku menciptakan ratusan sepatu yang dimodifikasi hingga menghasilkan energi listrik. Hasil kreativitas itu kerap digunakannya untuk hiburan dalam atraksi sulap.

Pria kelahiran 1986 itu kerap menampilkan atraksi-atraksi yang mencuri perhatian publik ketika memakai sepatu ciptaannya, seperti aksi menghidupkan lampu neon panjang tanpa arus listrik PLN, menerbangkan potongan kertas dan abu rokok.

Selain itu, Sudar juga mampu membakar tisu dan kertas. Bahkan, ia mampu menghantarkan arus listrik dari tubuhnya ke tubuh orang lain.

"Sebenarnya ini berawal dari saya sering otak atik barang-barang elektronik. Akhirnya saya menemukan sepatu berenergi listrik," kata dia, dirumahnya, Rabu, 14 September 2022.

Dia mengaku sepatu listrik itu menggunakan sistem baterai untuk menghantarkan arus listrik. Jadi, ketika baterainya habis, sepatu akan dicas agar bisa mengalirkan listrik kembali.

"Kalau fungsi utama dari sepatu listrik ini untuk atraksi sulap. Tapi, bisa juga untuk terapi kesehatan, seperti encok, rematik, dan gejala stroke," kata dia.

Berkat kreativitasnya itu, ia mampu menghasilkan pundi-pundi uang dari jualan sepatu tersebut ke sejumlah daerah di Indonesia sejak 2014 silam. Bahkan, sepatu listrik tersebut ia jual hingga ke luar negari.

"Sepatu ini saya jual online. Alhamdulillah, penjualan tersebar ke seluruh Indonesia. Bahkan, ada ke luar negeri, seperti Maroko, Arah Saudi, India, Singapura, Malaysia, Taiwan dan Hongkong," kata dia.

Dia menjualnya mulai harga Rp350 ribu hingga Rp2 juta. "Ada yang pakai baterai dan ada pula pakai charger. Tapi, untuk generasi 3 hingga 5 memakai sistem charger sehingga membedakan tegangannya," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar