#perlindunganperempuananak#kekerasanseksual

Pemprov-LPSK RI Optimalkan Perlindungan Perempuan dan Anak

( kata)
Pemprov-LPSK RI Optimalkan Perlindungan Perempuan dan Anak
Audiensi Wakil Ketua LPSK RI Edwin Partogi Pasaribu dengan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Jumat, 10 Juli 2020. Dok. ADPIM

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersinergi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Republik Indonesia (LPSK RI) untuk mengoptimalkan upaya perlindungan perempuan dan anak di Bumi Ruwai Jurai. Perlindungan terhadap perempuan dan anak perlu adanya upaya yang lebih terencana (sistematis) dalam upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, terlebih kekerasan seksual. 

Hal tersebut disampaikan saat audiensi Wakil Ketua LPSK RI Edwin Partogi Pasaribu dengan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Jumat, 10 Juli 2020. Dia mencontohkan, dengan melakukan kampanye di media publik tentang pencegahan terjadinya kekerasan seksual.

Upaya tersebut termasuk dilakukan di dunia pendidikan, perlu ada pendidikan tentang organ tubuh agar anak-anak tahu mana yang boleh dan tidak boleh dipegang orang lain. Termasuk respons apa yang harus dilakukan, apakah itu teriak atau lainnya.

"Selain itu, Lampung juga dapat membuat rumah rehabilitasi korban sebagai salah satu tempat aman buat para korban kekerasan, baik yang terjadi di kota maupun kabupaten," katanya.

Sementara itu Wakil Gubernur Chusnunia Chalim menjelaskan dalam upaya perlindungan perempuan dan anak di seluruh Lampung harus diperkuat dan dioptimalkan. Kekerasan terhadap perempuan dan anak itu terjadi datangnya dari orang-orang terdekat, di mana pelaku tak jauh dari korban.  

“Perlindungan perempuan dan anak harus dikerjakan secara bersama-sama oleh pihak terkait,” katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar