#sembako#minyakgoreng

Pemprov Lampung Tunggu Pusat Soal Penyediaan Minyak Goreng Murah

Pemprov Lampung Tunggu Pusat Soal Penyediaan Minyak Goreng Murah
Pedagang minyak goreng di pasar tradisional yang ada di Kota Bandar Lampung. Dok. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung hingga saat ini masih menunggu arahan dari pemerintah pusat untuk menentukan apakah akan ada operasi pasar (OP) lagi seperti halnya di Desember 2021.

"Formulasi dari Kementerian masih dicari untuk stabilisasi guna menentukan apakah ada OP lagi, seperti beberapa waktu lalu," kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, Rabu, 12 Januari 2022.

Ia mengatakan, pemerintah pusat merencanakan adanya penyediaan kemasan sederhana minyak goreng. "Namun untuk jumlah, harga lagi ditentukan, kita terus kordinasi dengan pusat yang nantinya akan diteruskan ke kabupaten/ kota," ujar dia.

Terutama minyak goreng, lanjutnya, menjadi prioritas karena harganya yang masih tinggi. "Untuk yang lain sudah turun seperri telur stabil, cabai mulai stabil, harga tepung juga mulai turun, jadi minyak goreng ini masih ada permasalahan baik pusat hingga daerah," katanya.

Sebelumnya ia menjelaskan tahap satu pihaknya telah laksanakan OP minyak goreng, dan tahap 2 masih menunggu arahan dari pusat. "Misal ada masyarakat yang komplen dan melihat dari provinsi lain ada OP harga minyaj Rp14 ribu, daerah tersebut terlambat, karena kita sudah duluan," jelas dia.

Selain itu, mengenai arahan dari Pemerintah Provinsi Lampung untuk laksanakan OP, pihaknya belum bisa menentukam. "Perindag Provinsi Lampung sudah formulasi ada fenetrasi pasar, namun karena anggaran 2022 belum turun, kegiatan belum bisa dilakukan. Semua harus melalui persetujuan," jelas dia.

Ia menjelaskan, jika OP dilakukan hanya untuk komuditi yang sedang alami kenaikan harga tidak stabil. "Jadi OP diperuntukan khusus untuk barang yang bahan pokok nilai tinggi, sehingga tidak bisa jika OP dilaksanakan dengan menyajikan berbagai bahan pokok," tegasnya.

Sedangkan untuk pasar murah, karena difasilitasi jadi harga bahan pokok dan program UMKM hadir di pasar murah dengan harga yang cukup stabil. "Misal Bazar Rebo yang kita laksanakan di kantor Disperindag tiap hari Rabu, ini termasuk pasar murah," jelas dia.

Sementara itu, dalam pantauan Lampost.co diaejumlah gerai supermarket harga minyak masih berada di angka yang cukup tinggi, untuk kemasan bantal, minyak goreng dibandrol dengan harga Rp18 ribu per liter, sedangkan untuk kemasan premium dikenakan harga Rp20 ribu hingga Rp27 ribu per liternya.

Lain halnya harga minyak goreng yang ada di sejumlah mini market, pihak mini market mengatakan jika harga minyak makan goreng kemasan bantak dibandrol dengan harga Rp19 ribu, sementra untuk kemasan premium seharga Rp23 ribu hingga Rp29 ribu per liter.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait