#penghargaan#APE2020#PeprovLmpung

Pemprov Lampung Terima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2020

Pemprov Lampung Terima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2020
Pemprov Lampung Terima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya 2020. (Foto: Lampost/Atika Oktaria))


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Penghargaan ini diberikan karena Lampung dianggap berhasil dalam mengimplementasikan  Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam program dan kegiatannya. 

"Terimakasih atas penghargaan yang diberikan, ini dalam rangka kita membangun kesetaraan gender dan kesamaan hak," ujar Arinal. 

Menurutnya, Lampung sudah dapat penghargaan klasifikasi utama dalam membangun kesetaraan gender, kesamaan hak dan juga sesuai undang-undang.

"Kedepan Provinsi Lampung memberikan porsi serta peluang yang sama, pada intinya terbukti banyak kepala dinas, eselon III, adalah perempuan dan ini menjadi apresiasi," kata dia.

Arinal mengatakam pada hari ini telah dapat penghargaan utama dan berharap pada maaa yang akan datang bisa menjadi mentor dalam pelaksanaan APE. 

"Pemprov terus berkomitmen terkait PUG, karena ada didalam janji kerja dan misi Rakyat Lampung Berjaya. Kita berkomitmen dan ini sesuai dengan janji kerja kita," katanya. 

Ditempat yang sama, Kepala Dinas PPPA Provinsi Lampung, Fitrianita Damhuri, mengatakan penilaian APE dilaksanakan di awal tahun 2020 lalu. Ia menyebutkan ada beberapa faktor dalam penilaian APE seperti sisi perencanaan, penganggaran, evaluasi, termasuk proses Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). 

"Karena melibatkan beberapa instansi seperti Bappeda, BPKAD, Inspektorat termasuk DPRD. Kami mendorong agar semua sektor melakukan Gender Analysis Pathway (GAP) untuk mengetahui apakah terdapat kesenjangan terhadap gender," kata dia.

Seperti dari sisi tenaga kerja atau mereka yang sedang mencari pekerjaan, sehingga pada saat peningkatan kapasitas kompetensi tenaga kerja, harus dipertimbangkan juga bagaimana perempuan dan laki-laki, jangan sampai ada ketimpangan.

"Ketersaraan gender tidak harus selalu perempuan ya, saat timpangnya di laki-laki berarti harus ada kebijakan yang lebih membuka akses untuk laki-laki. Kami juga mohon doa semoga tahun depan Lampung bisa dapat predikat mentor," ujar dia.

Adapun pemghargaan tersebut diterima oleh 14 kabupaten/ kota di Provinsi Lampung. "Ada satu yang tertinggal yakni Tulangbawang Barat. Kami targetkan tahun depan seluruh kabupaten/kota kita mendapat penghargaan," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait