#bansos#sinkronisasidatabansos#beritalampung

Pemprov Lampung Sinkronasi Data Bansos Penanggulangan Kemiskinan

( kata)
Pemprov Lampung Sinkronasi Data Bansos Penanggulangan Kemiskinan
Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim melakukan Rapat Sinkronisasi Data Bansos, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Jumat, 18 September 2020. Dok/Adpim

Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung melakukan sinkronisasi data bansos terkait penanggulangan kemiskinan di Provinsi Lampung. Jajarannya melakukan pembahasan dalam Rapat Sinkronisasi Data Bansos, di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Jumat, 18 September 2020.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mengatakan bahwa pihaknya melakukan penyelarasan penyaluran bansos dengan data untuk program penanggulangan kemiskinan pemerintah daerah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan Provinsi Lampung. Selain itu, untuk efisiensi bantuan sosial dalam program penanggulangan kemiskinan pemerintah daerah kabupaten/kota.

“Pandemi Covid-19 ini bukan hanya berdampak pada bidang kesehatan saja, namun sudah berdampak pada sektor ekonomi, sosial dan politik. Masyarakat pun sangat terasa dampaknya bagi kehidupan sehari-hari," kata Nunik.

Oleh sebab itu Pemerintah akan terus berupaya mengatasi hal tersebut bersama dinas dan instansi terkait melalui alokasi dan realisasi APBD Penanggulangan Covid-19 tahun 2020 dan Dana Desa.

Seperti diketahui, berdasarkan SK Gubernur Lampung no G/129/VI.01/HK/2020 tanggal 19 Febuari 2020, Pemprov Lampung membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Lampung. Hal ini juga menjadi dasar dilakukannya koordinasi penanggulangan kemiskinan di Provinsi Lampung.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 mencapai 1,05 juta orang. Angka ini naik 12,34 persen atau 7,84 ribu orang dibandingkan dengan periode September 2019. Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2020 adalah sebesar 9,02 persen atau naik 0,42 poin dibandingkan September 2019 yang sebesar 8,60 persen. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2020 sebesar 13,83 persen atau mengalami penurunan 0,13 poin jika dibandingkan September 2019 yang sebesar 13,96 persen.

Selama periode September 2019 hingga Maret 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 12,41 ribu orang dari 224,69 ribu orang pada September 2019 menjadi 237,10 ribu orang pada Maret 2020. Sementara di daerah perdesaan turun sebanyak 4,57 ribu orang dari 816,79 ribu orang pada September 2019 menjadi 812,22 ribu orang pada Maret 2020.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...

Berita Terkait

Komentar