#BERITALAMPURA#INFRASTRUKTUR

Pemprov Lampung Siap Realisasikan Peningkatan Status Jalan Lampura

Pemprov Lampung Siap Realisasikan Peningkatan Status Jalan Lampura
Asisten II Setdaprov Lampung, Edi Yanto saat memberikan tanggapan kepada awak media usai menghadiri musrenbang tingkat provinsi. Lampung Post/Fajar Nofitra


Kotabumi (Lampost) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung siap merealisasikan pembenahan infrastruktur yang kian memburuk di Lampung Utara. 


Asisten II Setdaprov Lampung, Edi Yanto, mengungkapkan mekanisme peningkatan status jalan bisa terlaksana jika telah melalui pengajuan dan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Kami siap asalkan sesuai mekanisme dan keadaan keuangan provinsi," kata Edi usai menghadiri musrenbang tingkat provinsi. secara virtual di Aula Setdakab setempat, Selasa, 23 Maret 2021.

Ia juga menjelaskan pemprov juga menyoroti sejumlah ruas jalan provinsi yang rusak. Misal, Kotabumi ke Bumi Agung tembus Tatakarya menuju Tubaba. Menurut Edi, keadaannya sudah membahayakan sebab banyak kecelakaan yang dialami warga.

"Ya itu juga menjadi perhatian kami. Saat ini diklaim masih 76%. Ke depan, akan diupayakan di atas 80% perbaikannya secara bertahap sesuai keadaan keuangan provinsi, " ujar Edi.


Kepala Dinas PUPR Lampura, Syahrizal Adhar, menyatakan pemerintah daerah berinisiatif meningkatkan status jalan, dari sebelumnya ditangani kabupaten menjadi kewenangan provinsi. Diantaranya, jalan lingkar Bernah-Kalicinta, Wonogiri-Banyuurip, Banyuurip-Kalicinta dan Simpang Propau, Kecamatan Abung Selatan.

"Kami coba ajukan peningkatan status jalan, dari kabupaten kepada provinsi karena keadaan keuangan daerah. Oleh sebab itu, kami berharap ini dapat mengakomodir sesuai aspirasi masyarakat," kata Syahrizal. 

Di sisi lain, warga berharap pemerintah segera merealisasikan kebijakannya. Sebab selama tiga tahun terakhir perbaikan amat minim. 

"Jangankan peningkatan jalan, perbaikan saja nyaris tak ada. Sehingga dapat dilihat sendiri kerusakannya. Di seputaran kota saja rusak parah, apalagi yang jauh. Khususnya jalan-jalan yang dilalui kendaraan berat baik itu perusahaan maupun warga yang mengangkut hasil panennya," ujar Iwan, warga di sana.


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait