#pemprovlampung#beritalampung

Pemprov Lampung Perbolehkan Tiga Kabupaten Salat Idulfitri di Lapangan

Pemprov Lampung Perbolehkan Tiga Kabupaten Salat Idulfitri di Lapangan
Surat Edaran tentang penyelenggaraan salat Idulfitri 1442H dan kegiatan malam takbiran pada masa pandemi covid-19 di Lampung. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tiga kabupaten di Lampung diizinkan menggelar salat Indulfitri di lapangan atau masjid. Restu datang karena tiga daerah itu masuk zona kuning dan hijau covid-19. 

Tiga daerah itu masing-masing Kabupaten Tulangbawang, Way Kanan, dan Kabupaten Tanggamus. Tiga daerah itu masuk zona kuning. Sementara 12 kabupaten/kota di Lampung dilarang melaksanakan salat Idulfitri di tempat terbuka atau masjid karena masuk zona oranye atau tingkat sedang penularan covid-19.

Kebijakan tersebut berdasarkan Surat Edaran Nomor 045.2/1807/02/2021 tentang Penyelenggaraan Shalat Idulfitri 1442H dan kegiatan malam takbiran pada pandemi covid-19 di Lampung. Surat ditandatangani Gubernur Lampung Arinal Djunaidi tertanggal 10 Mei 2021 yang ditujukan kepada Bupati/Walikota se-Lampung.

Kebijakan tersebut juga menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE.07 Tahun 2021 tanggal 6 Mei 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Shalat Idulfitri Tahun 1442 Hijriah.

Baca: Zona Merah Tidak Gelar Salat Id

"Salat Idulfitri 1 Syawal 1442 H di daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (zona merah dan zona oranye) dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing. Sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan ormas-ormas Islam lainnya," kata Gubernur Arinal.

Kemudian salat Idulfitri dapat diadakan di masjid dan lapangan hanya di daerah yang dinyatakan aman dari covid-19 yaitu zona hijau dan zona kuning berdasarkan penetapan Satgas Covid-19.

Baca: MUI Lampung Sepakat Salat Id Terlarang di Zona Merah

Dia melanjutkan, pelaksanaan salat Idulfitri di masjid dan lapangan wajib memperhatikan protokol kesehatan covid-19, yaitu jamaah yang hadir tidak boleh melebihi 50% dari kapasitas tempat, panitia salat Idulfitri dianjurkan menyiapkan alat pengecek suhu, bagi para lanjut usia atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan, disarankan tidak menghadiri salat.

Kemudian seluruh jamaah agar tetap memakai masker selama pelaksanaan salat dan khutbah Idulfitri dilakukan secara singkat dengan tetap memenuhi rukun khutbah, maksimal 20 menit. Mimbar yang digunakan dalam penyelenggaraan salat juga agar dilengkapi pembatas transparan antar khatib dan jamaah. Terakhir, saat rangkaian salat berakhir jamaah kembali ke rumah dengan tertib dan menghindari berjabat tangan dan sentuhan fisik. 

Baca: Lima Kecamatan di Lampung Utara Zona Merah

Ia juga menyampaikan panitia salah Idulfitri wajib berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, Satgas Penanganan Covid-19 dan unsur keamanan setempat untuk mengetahui informasi status zonasi dan menyiapkan tenaga pengawas. Hal itu agar protokol kesehatan covid-19 diterapkan dengan baik, aman dan terkendali.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait