#beritalampung#beritalampungterkini#bansos#kpm

Pemprov Lampung Mulai Bagikan Bansos DTU 1 Desember

Pemprov Lampung Mulai Bagikan Bansos DTU 1 Desember
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial akan membagikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) mulai Kamis, 1 Desember 2022. Bansos merupakan alokasi dari dana transfer umum (DTU) yang direalisasikan dalam upaya mencegahan inflasi pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Setelah melalui proses pendataan dan verifikasi akhirnya besok Pemprov Lampung akan menyalurkan bantuan bansos DTU yang secara simbolis diberikan Gubernur Lampung di Balai Desa Jatimulyo, Jatiagung, Lampung Selatan," kata Kepala Dinas Sosial Lampung, Aswarodi saat dihubungi, Rabu, 30 November 2022.

Baca juga: Dinsos Pesawaran Bentuk Tim Pengawasan BPNT 

Pembagian secara simbolis tersebut menghadirkan 300 keluarga penerima manfaat (KPM). Sementara dalam pelaksanaan penyaluran melalui Bank Lampung dan memanfaatkan 60 agen laku pandai yang akan mendistribusikan uang tersebut.

"Jadi Bank Lampung akan memanfaatkan 60 agen laku pandai, agen ini merupakan pelaku UMKM yang membuka jasa pencairan uang melalui Bank Lampung. Harapannya pembagiannya merata dan KPM tidak perlu lagi ke bank untuk antre," katanya.

Bank Lampung sendiri menargetkan satu agen laku pandai mampu menyalurkan 100 data penerima bansos. "Untuk Desa Jatimulyo akan ada tiga agen laku pandai. Jadi sekitar 300 KPM akan menerima bansos senilai Rp750 ribu tanpa administrasi apa pun alias gratis," ujarnya.

Dia mengimbau agar KPM se-Lampung yang menerima bansos DTU datang ke agen laku pandai. "Ke-60 agen laku pandai tersebar di 15 kabupaten/kota, jadi KPM bisa langsung mengambil mulai besok, 1 Desember 2022. Target penyelesaian penyaluran 23 Desember 2022,“ katanya.

Dia menegaskan penerima harus langsung mengambil bantuan sesuai yang dijadwalkan. "Karena untuk KPM yang tidak mengambil bantuan, uangnya akan dikembalikan ke kas pemerintah daerah. Artinya, bantuan hangus dan tidak bisa lagi diambil," ujarnya.

Pihaknya juga melakukan treatment khusus bagi penerima yang merupakan disabilitas atau lansia. "Untuk penerima lansia dan disabilitas Dinsos dan aparat desa lakukan pencatatan sehingga bisa melaporkan nanti akan diantarkan secara langsung oleh kendaraan transaksi Bank Lampung," katanya.

Aswarodi mengimbau KPM memanfaatkan bantuan yang diterima untuk membeli kebutuhan pangan. "Pesan Gubernur Lampung bansos ini bisa digunakan belanja kebutuhan pangan keluarga dan tidak ada biaya pengambilan alias gratis jadi KPM menerima uang Rp750 ribu murni," katanya.

Jumlah penerima bansos BBM tersebut 14.417 orang dan dipastikan tidak akan tumpang tindih dengan kabupaten/kota. Perincian bansos, yakni Lampung Selatan 1.901 orang, Lampung Timur 1.787, Mesuji 158, Tulangbawang Barat 274, Tulang Bawang 349, dan Lampung Barat 610.

Selanjutnya Pesawaran 1.285, Lampung Utara 1.421, Pesisir Barat 161, Pringsewu 504, Tanggamus 805, dan Way Kanan 949. Kemudian Lampung Tengah 2.478, Bandar Lampung 1.609, dan Metro dengan total 126 penerima.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait