#LAMPUNG

Pemprov Lampung Keluarkan Surat Edaran tentang Pengangkutan Batu Bara

Pemprov Lampung Keluarkan Surat Edaran tentang Pengangkutan Batu Bara
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo. Lampost.co/Atika Oktaria


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 045.2/0208/V.13/2022 tentang tata cara pengangkutan batu bara yang melintas di Provinsi Lampung.

SE itu dikeluarkan menindaklanjuti kerusakan jembatan seperti putus dan amblas serta meningkatnya kerusakan jalan akibat muatan lebih (over loading).

"Sudah ada edaran menyebutkan angkutan khusus batu bara, jadi angkutan yang dibawa dari Sumatera Selatan ke Lampung yakni jalan lintas tengah yang dilintasi khusus di Way Kanan," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo saat ditemui, Selasa, 08 November 2022.

Menurutnya SE tersebut menjelaskan bahwa kendaraan tidak diperbolehkan mengangkut batu bara dan atau sejenisnya melebihi kelas jalan yang diizinkan dan jumlah berat yang diizinkan (BI) sesuai buku uji kendaraan.

Sehingga khusus untuk kendaraan pengangkut batu bara ada aturan, bahwa harus diangkut dengan kendaraan yang memiliki jumlah berat yang dizinkan (JB) yakni 8 ton dengan jenis kendaraan light truck dump atau kendaraan truk sedang.

"Hal ini digunakan untuk menghindari kemacetan lalu lintas, sehingga rangkaian kendaraan truk tidak diperbolehkan beriringan lebih dari 3 kendaraan. Jadi kendaraan tidak boleh konvoi lebih dari tiga agar tidak mengganggu lalu lintas," kata dia.

Dalam aturan tersebut juga dijelaskan kendaraan khusus untuk pengangkutan batu bara hanya diperbolehkan melintasi wilayah Provinsi Lampung pada pukul 18.00 WIB sampai dengan 06.00 WIB agar tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan umum.

Selain itu, angkutan batu bara harus menutup batu bara dengan terpal atau plastik dan harus membersihkan batu bara yang menempel di bak kendaraan sebelum berangkat ke lokasi tambang.

"Imbauan juga diberikan agar para pemilik quary atau penimbun batu bara agar menolak atau tidak mengangkut batu bara menggunakan kendaraan milik pribadi atau kendaraan ekspedisi angkutan barang dengan jumlah berat yang dizinkan (JBI) lebih dari 8 ton."

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait