#beritalampung#beritabandarlampung#kopi#petani

Pemprov Lampung Dorong Petani Kopi Memperkuat Hilirisasi Pengolahan Kopi

Pemprov Lampung Dorong Petani Kopi Memperkuat Hilirisasi Pengolahan Kopi
Ilustrasi kopi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong petani kopi dapat memperkuat hilirisasi pengolahan kopi, sehingga dapat meningkatkan dan menghasilkan nilai tambah dalam daya saing komoditas.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kusnardi, mengatakan jika saat ini Pemprov Lampung mendorong hilirisasi dengan memberikan skema per kelompok

"Upaya ini dilakukan agar hilirisasi lebih mudah diterapkan, kita terus lakukan pengawasan dan pendampingan guna mewujudkan target kita, standarisasi pendapatan petani kopi ini sejahtera," kata Kusnardi, Selasa, 4 Oktober 2022. 

Sebagai upaya meningkatkan produktivitas kopi Lampung, pihaknya terus melakukan berbagai upaya mulai dari sosialisasi pentingnya petani tergabung Kartu Petani Berjaya (KPB) hingga pengawasan dan pendampingan dalam memanen kopi. 

Baca juga:  Membangkitkan Kejayaan Kopi Lampung Dimulai dari Petani dan Pelaku Usaha Kopi

"Pengawasan dilakukan agar produksi kopi meningkat baik jumlah maupun kualitasnya, dalam kata lain tidak ditipu. Selain itu dorongan bergabung KPB agar petani bisa memelihara tanamannya dengan baik karena pupuk tersedia," jelasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung produksi kopi robusta di Provinsi Lampung setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Tercatat pada 2019 produksi kopi robusta sebanyak 117.092 ton, di 2020 sebanyak 117.311 ton, dan 2021 sebanyak 118,043 ton. 

Adapun untuk daerah penghasil kopi terbanyak diantaranya Lampung Barat 57.930 ton, Tanggamus 34.882 ton, Tulangbawang 18.000 ton, Lampung Utara 9.983 ton, Lampung Selatan 419 ton, Lampung Timur 240 ton, Lampung Tengah 298 ton.

Selanjutnya Way Kanan 8.710 ton, Pesawaran 1.359 ton, Pringsewu 710 ton, Mesuji 17 ton, Tulangbawang Barat 5 ton, Pesisir Barat 3.432 ton, Bandar Lampung 38 ton, dan Metro 1.000 ton.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait