#PemprovLampung#KasusDBD#dinas

Lima Bulan, Lampung Catat 2.248 Kasus DBD

Lima Bulan, Lampung Catat 2.248 Kasus DBD
Ilustrasi Medcom


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Kesehatan mencatat sebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) sejak Januari hingga Mei ada 2.248 kasus.

Adapun dari 15 kabupaten/ kota se Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung merupakan daerah dengan kasus DBD tertinggi yakni sebanyak 804 kasus dan dua kasus kematian.

Selanjutnya Kabupaten Pringsewu ada 133 kasus dan satu kasus kematian, Tanggamus ada 121 kasus dan satu kasus kematian, Lampung Selatan 102 kasus, Lampung Timur 95 kasus, Lampung Utara 68 kasus dan satu kasus kematian.

Kemudian Mesuji 90 kasus, Metro 48 kasus, Waykanan 33 kasus, Pesisir Barat 20 kasus dan Lampung Barat 12 kasus. Sehingga totalnya 2.252 kasus DBD dengan sembilan kasus kematian.

Baca Juga

Lalu, di Kabupaten Lampung Tengah ada 233 kasus dan dua kasus kematian, pesawaran 196 kasus, Tulangbawang Barat 148 kasus, Tulangbawang 145 kasus dan dua kasus kematian.

Menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengatakan pihaknya berupaya untuk lakukan pencegahan dengan koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota.

"Hal lain yang harus diterapkan adalah untuk memastikan masyarakat menerapkan menguras, menutup dan mengubur (3M) pada lokasi di rumah yang ada genangan air serta menerapakan program satu rumah satu jumantik," kata Kadinkes Provinsi Lampung, Reihana, Senin, 27 Juni 2022.

Jika dipresentasikan dengan jumlah usia yang alami DBD, Dinkes Provinsi Lampung mencatat pada usia 15-44 tahun merupakan yang paling banyak alami penyakit DBD sebanyak 43.43 persen.

Selanjutnya 34.24 persen ada di usia 5-14 tahun, 12.03 persen berusia diatas 44 tahun, 8.30 persen berusia 1-4 tahun dan 2 persen di usia dibawah 1 tahun.

Dalam menyiasati upaya penanganan juga, Dinkes telah membuat Surat Edaran (SE) tentang kewaspadaan DBD dari Dinkes Provinsi keseluruh kabupaten/kota.

"Kami melakukan pendistribusian logistik dari Provinsi ke kabupaten/ kota diantaranya insektisida dan larvasida," ujar dia.

Adapun penyebaran informasi juga dilakukan pihaknya melalui berbagai media diantaranya talk show, press release, leaflet, baliho dan lain sebagainya. "Tak ketinggalan surat edaran Bupati/Walikota ke seluruh Camat dan OPD dan Puskesmas," katanya.

Pihaknya juga terus melakukan penyelidikan epidemiologi (PE), fogging focus, dan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk setiap Jumat di seluruh kelurahan, kantor, sekolah.

"Kami juga terus melakukan surveilans ketat, berkoordinasi dengan Rumah Sakit untuk melaporkan dalam waktu 24 jam ke Dinas Kesehatan setiap kasus/suspect DBD untuk dilakukan investigasi segera," katanya.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait