#beritalampung#pln#listrik#sutet

Pemprov Lampung Buka Konsultasi Warga Terdampak Pembangunan SUTET

Pemprov Lampung Buka Konsultasi Warga Terdampak Pembangunan SUTET
Konsultasi publik terkait pembangunan SUTET. Lampost.co/Atika


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan Pembangunan, Zainal Abidin bersama masyarakat melaksanakan konsultasi publik terkait pengadaan tanah pembangunan transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 275 kV Gumawang-Lampung I/Sribawono Provinsi Lampung, Kamis, 29 September 2022.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Abung Balai Keratun ini membahas rencana PT PLN yang akan membangun Transmisi SUTET 275 kV Gumawang-Lampung 1/Sribawono berlokasi di Kabupaten Mesuji, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Lampung Tengah, dan Pesawaran.

"Dari total kawasan tersebut meliputi 14 kecamatan dan 45 desa yang akan dibangun transmisi SUTET 275 kV Gumawang-Lampung 1/Sribawono," kata Zainal Abidin.

Ia memaparkan dari total luasan tanah yang diperlukan kurang lebih 317.400 m² untuk membangun kurang lebih 313 tower atau tersebar di 247 tanah masyarakat dan 66 perusahaan dengan masyarakat yang terkena dampak kurang lebih 450 orang atau warga.

"Saat ini telah dilakukan Sosialisasi di Provinsi terhadap aparat dan Konsultasi Publik di kabupaten sebanyak 7 kali, dari kegiatan ini masih perlu dilakukan konsultasi publik ulang, karena masih terdapat masyarakat yang terkena dampak yang belum hadir," katanya.

Karena masih ada yang belum ikuti terkait 7 konsultasi publik sebelumnya serta terdapat pergeseran titik di Desa Gunungagung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 10 titik. "Sehingga kegiatan konsultasi publik tidak bisa dilakukan sekali saja," ujar dia.

Adapun capaian atau output dari konsultasi publik diantaranya berita acara kesepakatan lokasi bahwa masyarakat menyepakati atau menyetujui tanahnya digunakan untuk lokasi keseluruhan rencana Pembangunan Transmisi SUTET 275 kV Gumawang-Lampung I/Sribawono.

"PT PLN sangat dibutuhkan untuk pembangunan di Provinsi Lampung untuk memenuhi kebutuhan listrik, diantaranya hotel, pelabuhan,tempat wisata dan lainnya. Maka untuk mengimbangi hal diatas PLN berinisiatif membangun koneksi listrik tersebut di beberapa daerah yang sangat dibutuhkan," katanya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi akan menginformasikan secara resmi bahwa tanah yang akan dipakai oleh negara sebagai bagian dari program strategis nasional yang ada di daerah Lampung. "Hal ini untuk mendukung pembangunan sektor-sektor lainnya yang ada di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan," ujar Zainal.

Adapun kegiatan diskusi tersebut diakhiri dengan kegiatan penandatanganan berita acara kesepakatan persetujuan dari masyarakat yang terdampak. "Tanda tangan ini dilaksanakan sebagai penyampaian bahwa masyarakat setuju dengan program yang akan dilakukan," tutup dia.

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait