#Nataru#Lampung

Pemprov Lampung Bedah Potensi Pemasalahan Angkutan Nataru

Pemprov Lampung Bedah Potensi Pemasalahan Angkutan Nataru
Kepala BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, Sigit Mintarso 


Bandar Lampung (Lampost.co): Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Ketenaga-kerjaan (Kemenaker), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dan Kementerian Agaana (Kemenag) telah mengeluarkan keputusan cuti bersama yang beriringan dengan libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru).

Cuti dimulai pada 24-27 Desember 2020 untuk libur Natal, 28-30 Desember 2020 diputuskan sebagai hari kerja. Dan 31 Desember 2020, serta 1-3 Januari 2021 sebagai cuti bersama.

Atas pertimbangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung turut melakukan antisipasi dalam menghadapi lonjakan masyarakat yang berlalu lalang menikmati liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Kepala BPTD Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung Sigit Mintarso mengatakan, pihaknya telah melakukan pemetaan potensi permasalahan terhadap pelaksanaan angkutan Nataru 2020/2021.

"Kami juga terus mengimbau masyarakat untuk berhati hati dalam melakukan aktivitas liburan Nataru," katanya kepada Lampung Post, Minggu, 6 Desember 2020.

Ada beberapa hal yang menjadi sorotan. Pertama, kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi di jalan tol yang menyebabkan rawan kecelakaan. Kedua, terdapat daerah yang menjadi daerah rawan longsor dan banjir pada jalur lintas barat dan rawan banjir pada lintas tengah dan lintas timur.

Ketiga, perlu diwaspadai jalan yang masih terdapat pekerjaan perbaikan yang terdapat di Provinsi Lampung karena menjadi potensi kemacetan.

Keempat, terjadinya mix traffic di depan loker pembayaran pelabuhan bakauheni antara kendaraan yang datang dari jalan non tol dengan kendaraan yang datang dari arah jalan tol yang menuju dermaga eksekutif. Maka perlu sosialisasi agar pengguna jasa dapat membeli tiket melalui App Ferizzy di rest area KM 20 untuk pembelian tiket.

Sigit menjelaskan, pihaknya juga melakukan pemetaan penanganan masalah yang berpotensi terjadi saat Nataru. Pertama, pembatasan kecepatan di jalan tol baik melalui rambu, mobile sign board maupun sosialisasi dan informasi di gerbang tol. Kedua, penyiapan alat berat /beko dan personil berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD dan Dishub setempat.

Ketiga, sosialisasi terkait tiket online dan penyiapan rest area maupun buffer zone. Keempat, manajemen dan rekayasa lalu lintas bekerjasama dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan. 

Adapun peta jalan di Provinsi Lampung terdiri dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) sepanjang 252 Km, Lintas Timur sepanjang 287,15 Km, Lintas Tengah sepanjang 321,52 Km, Lintas Barat sepanjang 305,46 Km dan Penghubung Lintas sepanjang 218,58 Km. Kemudian untuk daerah rawan kecelakaan di Lampung ada 36 titik. Selanjutnya untuk daerah rawan longsor ada 4 titik dan daerah rawan banjir 6 titik.

"Rencana persiapan angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 yang kami lakukan meliputi pembuatan posko, kesiapan terminal, kesiapan penyebrangan dan antisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi. Untuk rencana pelaksanaan posko 19 Desember 2020 - 6 Januari 2021 tersebar di Pelabuhan Bakuheni, Rest Area Way Urang, Terminal Raja Basa dan Kantor BPTD VI," jelas Sigit.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait