#covid-19#activecasefinding#dkijakarta#dki#jakarta

Pemprov Jakarta Menggencarkan Active Case Finding

( kata)
Pemprov Jakarta Menggencarkan <i>Active Case Finding</i>
Ilustrasi.Medcom.id.


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berjanji tak mau lengah dalam melakukan pelacakan penyebaran kasus positif virus korona (covid-19). Pelacakan kasus positif semakin digencarkan.

"Kami tahu DKI menetapkan active case finding, jadi pada saat angka kita di rumah sakit, pemanfaatan tempat tidur turun, kita tidak tinggal diam. Kami pastikan (kasus) di masyarakat juga harus benar turun," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Gedung Balai Kota DKI, Senin, 22 Juni 2020.

Untuk itu, strategi yang dilakukan yakni tetap melacak (tracing) pada pasien positif covid-19. Dia tak mau ada orang tanpa gejala (OTG) yang berkeliaran tanpa terpantau.

Widyastuti menjelaskan saat ini pemanfaatan rumah sakit untuk pasien covid-19 sudah mencapai 30-40 persen. Namun, Pemprov DKI terus berupaya menyediakan fasilitas bagi warga yang terdampak covid-19.

"Tentunya termasuk para wali kota yang sudah menyediakan tempat isolasi seperti wisma," katanya.

Pemprov DKI mengeluarkan Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan Nomor 94/SE/2020 tentang Active Case Finding Covid-19 pada 4 Juni 2020. Surat itu meminta seluruh kepala puskesmas kecamatan melaksanakan kegiatan pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR) bagi warga di wilayah kerja masing-masing.

"Melakukan active case finding dengan swab PCR pada kasus baru sesuai kuota yang terdapat pada lampiran di luar kuota contact tracing dan follow up pengobatan," ujar Widyastuti dalam surat.

Target tes PCR active case finding 2.230 per hari di 45 puskesmas kecamatan di Jakarta. Perinciannya, Jakarta Pusat 330 tes, Jakarta Utara 340 tes, Jakarta Barat 470 tes, Jakarta Selatan 540 tes, Jakarta Timur 550 tes, dan Kepulauan Seribu tidak ada.

EDITOR

Medcom

loading...


Berita Terkait



Komentar