#operasipasar

Pemprov Gelar Operasi Pasar Taat Prokes

Pemprov Gelar Operasi Pasar Taat Prokes
Harga-harga yang tersedia sangat terjangkau dibandingkan dengan pasaran, seperti cabai merah seharga Rp40 ribu/kg. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, Bank Indonesia, bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung menyelenggarakan kegiatan Operasi Pasar (OP) dengan menekankan protokol kesehatan (prokes). Operasi pasar dilakukan dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan strategis.

"OP kali ini menekankan Stabilisasi Harga Kebutuhan Bahan Pokok dan Eksistensi UMKM Lampung yang diselenggarakan mulai minggu ke-2 padaJanuari 2021 sampai dengan Minggu ke-2 pada Maret 2021 di 10 lokasi," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemprov Lampung Satia Alam, Minggu 17 Januari 2021. 

Adapun 10 titik yang tersedia, dibagi lima titik Bandar Lampung, dua titik Pesawaran, dua titik Lampung Selatan dan satu titik Metro.

"Di 10 titik lokasi ini kami terapkan protokol kesehatan yang ketat, kami juga terapkan bertahap yang masuk ke lokasi per lima orang, dengan pengecekan suhu tubuh, wajib cuci tangan, serta jaga jarak," ujar dia. 

Lokasi ini terbagi di Bandar Lampung yakni Way Halim pada 17 Januari, Teluk Betung Utara (2 Februari), Panjang (25 Januari), Kemiling (21 Januari), Sukabumi (28 Januari).

Untuk Kabupaten Pesawaran dilaksanakan di Gedong Tataan pada 15 Februari, Hanura (18 Februari). Lampung Selatan tepatnya di Natar pada 11 Februari, Jatimulyo (8 Februari) dan Metro berlokasikan Metro Barat di Desa Ganjar Agung pada 23 Februari. 

Harga-harga yang tersedia sangat terjangkau dibandingkan dengan pasaran, seperti cabai merah seharga Rp40 ribu/kg, beras premium 5kg dengan harga Rp50 ribu, telur ayam ras Rp20 ribu/kg, tepung terigu Rp7 ribu/kg, minyak makan Rp25 ribu/ 2 liter, bawang merah Rp20 ribu/kg, tomat Rp10 ribu/2kg, dan lauk pauk seperti daging ayam broiler seharga Rp30 ribu.

"Kami berharap dari kegiatan ini yang mengedepankan protoko kesehatan 3M1T dapat memberikan kemudahan masyarakat sekitar untuk memperoleh bahan pangan. Masyarakat nantinya kami batasi dalam pembelian agar semua rata," kata Satria.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait