#industri#pendidikan

Pemprov Dorong Program 'Link and Match' SMK demi Kemajuan Industri di Lampung

Pemprov Dorong Program <i>'Link and Match'</i> SMK demi Kemajuan Industri di Lampung
Pelaksanaan MoU dan perjanjian kerja sama antara industri dan SMK, serta diskusi terfokus pengembangan Link and Match di Provinsi Lampung, Selasa, 12 Oktober 2021. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berupaya mendorong geliat industri dengan mengoptimalkan sektor pendidikan. Pemprov berniat menguatkan program 'Link and Match', yakni kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) yang dikembangkan untuk meningkatkan relevansi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, serta dunia industri.

Salah satu langkah pelaksanaan program tersebut, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Provinsi Lampung yang melibatkan enam industri dan 27 SMK, dan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara tujuh industri dengan 10 SMK.

PKS ini diharap bisa memanfaatkan fasilitas Super Tax Deduction alias insentif pajak yang diberikan pemerintah bagi industri yang mendukung pendidikan vokasi.  

"Kemajuan industri akan berimbas pada ketersediaan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat. Maka dari itu perlu dilakukan dalam upaya pemberdayaan Program Pendidikan Vokasi Industri agar terjalinnya link and match," kata Asisten II Pemerintah Provinsi Lampung, Kusnardi, Selasa, 12 Oktober 2021.

Baca: Serapan APBD Lampung Capai 62 Persen

 

Menurutnya, ada tiga faktor yang mendorong kemajuan industri, yakni teknologi, modal, dan keahlian (skill). Ketiga faktor itu harus saling melengkapi. Khusus faktor skill, sekolah kejuruan diharapkan mampu menyiapkan tenaga yang andal untuk mengisi kebutuhan dunia industri saat ini.

"Pemerintah memberikan bekal ilmu pengetahuan dasar soal industri kepada anak didik yang kemudian akan dikembangkan dunia industri," kata dia. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Elvira Umihanni mengatakan, link and match bertujuan untuk menyediakan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri dan memperluas pengetahuan dan meningkatkan skill praktik kerja industri (Prakerin).

"Kemudian sebagai pendekatan untuk meningkatkan pelajaran berbasis industri (teaching factory) yang didasarkan oleh base learning project serta pemanfaatan insentif dari pemerintah berupa Super Tax Deduction untuk vokasi," katanya.

Ia berharap melalui pelaksanaan program link and match hasil yang diharapkan, yakni; Pertama, bertambahnya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara industri dengan Lembaga Pendidikan Vokasi/SMK sehingga dapat bekerja sama secara terintegrasi serta dapat menyerap lulusan pendidikan kejuruan dan vokasi industri sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.

Kedua, penyelarasan kurikulum pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri. Ketiga, meningkatnya soft skill dan hard skill bagi peserta didik dan pengajar pada pendidikan vokasi.

"Keempat, dapat mendorong dunia industri dan usaha yang selama ini belum cukup terlibat dalam perkembangan pendidikan vokasi, untuk turut terlibat dan memberikan kontribusinya," kata dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait