#pemprov#singkong

Pemprov Dorong Peningkatan Produksi Tepung Mocaf di Lampung

Pemprov Dorong Peningkatan Produksi Tepung Mocaf di Lampung
Ilustrasi tepung mocaf. Dok Kementan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung akan mendorong peningkatan produksi modified cassava flour (mocaf). Mocaf adalah tepung ubi kayu yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga berbentuk seperti butiran beras. 


Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Lampung, Kusnardi mengatakan, tepung mocaf mulai banyak diminati pasar. Pasalnya, sebagian besar masyarakat Indonesia sudah banyak yang mengetahui manfaat dari mocaf untuk dikonsumsi. 

"Upaya peningkatan juga dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan pada olahan gandum," kata dia, Minggu, 29 Mei 2022.

Baca: Rajungan Berpotensi Jadi Andalan Sektor Perikanan Lampung

 

Ia mengatakan, tepung mocaf mulai banyak dilirik karena bernutrisi dan rendah indeks glikemik sehingga cocok untuk dikonsumsi oleh orang dengan kadar gula tinggi.

"Selain untuk kesehatan, dampak sekunder juga berpengaruh dari peningkatan produksi mocaf karena adanya pemberhentian pengiriman gandum dari India maupun dari negara yang sedang dilanda konflik. Tentu hal itu mempengaruhi pasokan yang berkurang," katanya. 

Menurutnya, produksi mocaf jadi peluang di Provinsi Lampung sebagai pengembangan komoditas substitusi.

"Yaitu mengembangkan dan menambah produksi mocaf. Lagi pula tak sulit untuk produksi mocaf," katanya. 

Apalagi, lanjutnya, Lampung sebagai penghasil singkong yang cukup besar. Bahkan 95% singkong asal Lampung biasa diolah menjadi tepung tapioka. 

"Lampung siap meningkatkan produksi mocaf. Kita bisa giatkan produksi mocaf melalui pengembangan industri kecil menengah (IKM) ataupun kelompok wanita tani (KWT)," ujar dia. 

Dia menyebut, kualitas dan rasa dari produk olahan mocaf bisa setara dengan olahan tepung terigu. 

"Tepung mocaf menjadi pilihan yang baik untuk orang dengan kondisi kesehatan seperti diabetes, tekanan darah tinggi. atau kolesterol tinggi karena sangat rendah garam/natrium, gula dan lemak, ditambah benar-benar bebas dari karbohidrat olahan dan bahan sintetis," tutup dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan


loading...



Komentar


Berita Terkait