#serapananggaran#pembangunan#apbd#apbn

Pemprov Dorong Kabupaten/Kota Percepat Penyerapan Anggaran

Pemprov Dorong Kabupaten/Kota Percepat Penyerapan Anggaran
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berkomitmen terus melakukan percepatan penyerapan anggaran. Sebab, kemampuan penyerapan anggaran pemerintah sangat memengaruhi kualitas pembangunan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kusnardi, menyatakan Pemprov telah menyusun dan merencanakan serapan anggaran dan hingga saat ini telah berjalan. "Pemprov Lampung memiliki pertumbuhan ekonomi yang baik. Dengan pertumbuhan yang baik menunjukkan ekonomi di Lampung sudah berkembang dan tidak lagi mengandalkan satu sektor. Tidak juga hanya mengunggulkan pertanian, melainkan sudah merambah ke sektor lain seperti jasa dan pariwisata," kata Kusnadi, Minggu, 18 September 2022.

Baca juga: OPD di Lampura Didorong Percepat Penyerapan Anggaran Kejar Capaian 

Banyaknya sektor yang unggul mempermudah upaya penyerapan dan belanja daerah hingga kabupaten/ kota. "Percepatan serapan anggaran diperlukan sinergi berbagai pihak untuk memajukan pembangunan, terlebih dari kabupaten/kota," ujarnya.

Di sisi lain, dengan adanya arahan penggunaan dana transfer umum (DTU) yang dibagi antara dana bagi hasil (DBH) dan dana alokasi umum (DAU) yang 2 persennya sebagai anggaran jaring pengaman sosial diharapkan dapat segera tersalurkan agar penyerapan terus meningkat.

"Ini yang terus kita imbau ke kabupaten/kota agar penyaluran bantuan sosial melalui DTU bisa cepat tersalurkan sehingga menyambut akhir tahun ini penyaluran bisa mencapai 100 persen," katanya.

Dia juga mengatakan jika imbauan tersebut dijalankan, peredaran uang di Lampung akan terus alami pergerakan sehingga hal tersebut dapat menekan inflasi di daerah setempat. "Karena untuk bansos ini juga meliputi 15 kabupaten/kota dan Lampung degan jumlah penerima yang cukup banyak, pasti akan menjadikan pergerakan uang atau pergerakan ekonomi menyeluruh," ujarnya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait