#tapalbatas#sengketa#pringsewu#beritalampung

Pemprov Diminta Selesaikan soal Tapal Batas Nawangsewu-Sri Way Langsep

Pemprov Diminta Selesaikan soal Tapal Batas Nawangsewu-Sri Way Langsep
Ilustrasi (Google image)


PRINGSEWU (Lampost.co)--Camat Banyumas, Kabupaten Pringsewu, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung segera menyelesaikan tapal batas wilayah antara Pekon Nusawungu, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, dan Kampung Sri Way Langsep, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah.

Camat Banyumas Moudy Ari Nazola, Rabu (9/1/2019), menjelaskan persoalan tapal batas antara dua kampung dan dua kabupaten itu sangat serius sehingga harus segera diselesaikan.

Menurutnya, pada 2018, tim provinsi sudah sempat turun ke lapangan untuk meninjau langsung, terapi belum menemui titik temu. Bahkan, pada tahun yang sama Pemkab Pringsewu telah menganggarkan dana dalam APBD 2018, terapi tidak juga terlaksana, sehingga anggaran kembali ke kas daerah. Tahun 2019, kata Moudy, memang belum masuk APBD, tetapi akan diakomodasi pada APBD perubahan.

Menurut Moudy, pihaknya sudah maksimal memperjuangkan aspirasi warganya dengan cara terus berkoordinasi dengan Pemkab Pringsewu. Namun, penanganan masalah tapal batas antarkabupaten menjadi kewenangan provinsi.

Sementara Kepala Pekon Nusawungu Joko Supriyanto mengatakan ada sekitar 50 ha yang sebelumnya masuk Pekon Nusawungu sekarang pindah hak kepemilikan menjadi milik Kampung Sri Way Langsep, Lampung Tengah. "Bahkan, saat ini ada bangunan embung yang nyata-nyata masuk Pekon Nusawungu, justru yang membangun Kampung Sri Way Langsep," ujarnya.

“Meskipun sebagian lahan milik Pekon Nusawungu pindah ke Kampung Sri Way Langsep, beberapa surat pajak SPPT PBB masih turun ke Pekon Nusawungu, Pringsewu. Salah satunya lokasi embung yang dibangun oleh Kampung Sri Way Langsep, SPPT PBB masuk Pekon Nusawungu,” kata Joko.

EDITOR

Widodo*


loading...



Komentar


Berita Terkait