#ProvinsiLampung#TelurMahar#PakanTernak

Pemprov Cari Alternatif Pakan Ternak Non Impor

Pemprov Cari Alternatif Pakan Ternak Non Impor
Kepala dinas Ketahanan Pangan Lampung, Kusnardi. Foto dokumen


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi mensiasati untuk lebih menggantikan pakan ternak impor menjadi produksi dalam negeri. Keluar dari ketergantungan penggunaan barang luar negeri diharapkan dapat mengendalikan harga yang kini tengah melonjak, khususnya pada bahan makanan, seperti telur ayam dan daging ayam.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lampung, Kusnardi menjelaskan kenaikan harga beberapa komoditas bahan pangan saat ini disebabkan berbagai hal. Diantaranya dari pakan ternak impor yang didapati dengan harga tinggi, karena nilai tukar dollar atas rupiah yang semakin menguat dan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Atas kondisi itu, kami Carikan pakan alternatif untuk ayam pedaging dan petelur yang dihasilkan dari dalam negeri. Kami cari substitusinya dan lihat hasilnya 10 hari lagi, mudah-mudahan sudah mulai turun harganya. Peternak dibeberapa daerah juga sudah mulai over produksi," kata Kusnardi kepada Lampung Post, Selasa (17/7/2018).

Menurutnya, Kementrian Pertanian juga sudah banyak memberikan bantuan kepada petani jagung dan kedelai agar produksinya banyak dan dapat digunakan untuk berbagai hal, seperti pakan ternak. Pengaturan swasembada pangan perlu dilakukan untuk mengontrol harga agar tetap dapat dijangkau masyarakat.

"Apa juga pakan alternatif ikan. Sekarang juga sudah diberhentikan impor ikan. Memang penting mengatur swasambada ini, nggak masalah mahal itu untuk kita, bukan untuk orang luar. Makanya dari kondisi ini kami usahakan tidak bergantung dari pakan impor," ujarnya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait