#Infrastruktur#jalan

Lampung Butuh Rp2,5 Triliun untuk Perbaikan Jalan

Lampung Butuh Rp2,5 Triliun untuk Perbaikan Jalan
Ilustrasi: Pekerja memperbaiki jalan dengan cara menyapu lubang, di sepanjang jalan raya Candimas, Natar, Lampung Selatan. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gubernur Arinal Djunaidi mengaku sedang fokus dalam mengatur skema dalam perbaikan ruas jalan di Provinsi Lampung. Ada 1.800 kilometer ruas jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

"Sebanyak 70 persen jalan tersebut dalam kondisi bagus dan sisanya atau sekitar 540 kilometer dalam kondisi rusak," jelas Gubernur Arinal, Minggu, 20 Juni 2021.

Baca: Anggaran Perbaikan Jalan di Lampung Rp250 Miliar

 

Ia mengatakan, Pemprov telah memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan provinsi yang berada di kabupaten/kota. 

"Tentu memerlukan biaya yang cukup besar. Namun saat ini sudah ada investor yang bersedia untuk meminjamkan dananya," ujarnya.

Menurutnya, dalam proses pembangunan jalan provinsi memerlukan standar teknis kontruksi. Ia mengaku membutuhkan biaya kurang lebih Rp2,5 triliun. 

"Dana itu akan saya kembalikan ke investor dari APBD yang diperuntukkan untuk pembangunan di bidang infrastruktur Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK). Setiap tahun mereka mengusulkan anggaran rata-rata Rp500 miliar untuk bunga dan pengembalian induk," ungkapnya.

Pemprov telah melakukan pertemuan dengan beberapa investor seperti China Construction First Group Corp Ltd (CCFG), PT. Port Engineering CSCEC Indonesia, dan China Strait Construction.

"Pembangunan tersebut akan melalui kajian dan akan memprioritaskan jalan yang harus diperbaiki dari awal. Harapan kami agar tak ada pembangunan tambal sulam," katanya.

"Salah satu jalan dengan panjang 15 kilometer dari berapa tahun tidak pernah ditembus antara Ulubelu ke Lampung barat. Daerah Ulubelu memiliki potensi soal padi, kopi hingga kakao sangat sayang kalau tidak berkembang karena infrastuktur," jelasnya.

Ia menargetkan perbaikan infrastruktur wajib dilakukan secara serentak dan selesai pada 2022 atau 2023.

"Insyaallah di akhir masa jabatan semua sudah selesai. Jadi saya bisa menghantarkan periode saya sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rakyat," tutupnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait