#viruskorona #pemeriksaanrapidtest #limbahmediscovid-19

Pemkot Pagar Alam Menyerahkan Kasus Limbah Rapid Test ke Polisi

( kata)
Pemkot Pagar Alam Menyerahkan Kasus Limbah Rapid Test ke Polisi
Ilustrasi Medcom.id


Pagar Alam (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam menyerahkan pengungkapan kasus pembuangan limbah berisi alat rapid test yang ditemukan di sungai kepada pihak kepolisian. Jika terbukti ada kelalaian dari pihak tertentu, Pemkot Pagar Alam akan memberikan sanksi tegas.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari polisi. Jika ada kelalaian atau terbukti ada kesalahan, akan diberikan sanksi hukum sesuai ketentuan yang berlaku," kata Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam, Samsul Bahri Burlian, saat dikonfirmasi, Senin, 19 Oktober 2020.

Samsul mengatakan pihaknya menyesalkan adanya limbah medis yang dibuang di sungai. Menurut dia, seluruh puskesmas, klinik swasta, dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah di Kota Pagar Alam telah melakukan memorandum of understanding (MoU) kepada pihak ketiga terkait pembuangan limbah medis.

"Seluruh limbah medis itu seharusnya dikumpulkan terlebih dahulu di RSUD Besemah Pagar Alam. Lalu pihak rumah sakit dengan pihak ketiga akan mengangkut limbah medis dan memusnahkannya di Jakarta," ujarnya.

Sementara Kasi Survei dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel, Yusri, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan adanya limbah medis berisi alat rapid test yang dibuang ke sungai. Saat ini pihaknya telah menginstruksikan kepada Dinkes Pagar Alam untuk melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

"Seharusnya limbah medis itu dibuang di tempat khusus sesuai standar operasional prosedur (SOP). Jika memang nanti kelalaian itu bisa diproses secara hukum," ujarnya.

EDITOR

Medcom

loading...




Komentar


Berita Terkait