#hargapangan#monitoring

Pemkot Metro Lakukan Monitoring Pantau Harga Bahan Pokok

Pemkot Metro Lakukan Monitoring Pantau Harga Bahan Pokok
Harga kebutuhan pangan akan dipantau tim dari Pemkot Metro. (Foto:Dok)


Metro (Lampost.co) -- Pemerintah Kota (Pemkot) Metro terus berupaya monitoring pasar guna menekan gejolak harga bahan pokok yang kian meningkat.

Assisten II Pemerintahan, Yeri Ehwan mengatakan, monitoring dan evaluasi terus dilakukan hingga harga bahan pokok stabil. Pihaknya juga melakukan pengecekan disetiap gudang dan distributor yang ada di Kota Metro.

"Memang dalam beberapa hari ini ada gejolak yang cukup tinggi. Bahkan berpotensi hingga beberapa hari kedepan harga bahan pokok akan meningkat. Oleh karena itu kami bersama seluruh instansi melakukan monitoring di setiap pasar dan gudang yang ada," kata dia.

Dia menambahkan, selain melakukan pengecekan, Yeri meminta kepada pada pedagang untuk tidak terlalu besar mengambil margin keuntungan penjualan.

"Jangan seolah-olah aji mumpung. Dari sisi konsumen juga jangan berbelanja yang berlebihan. Sehingga menimbulkan permintaan yang tinggi dan memicu adanya kenaikan harga bahan pokok," katanya, kemarin.

Dia menegaskan, dalam gejolak kenaikan harga ini, pihaknya tidak menemukan adanya spekulan yang memanfaatkan keadaan.

"Hasil monitoring kami tidak ada yang melakukan penimbunan. Bahkan, satgas pangan juga ikut memantau stok dan ketersediaan bahan pokok yang ada di Metro. Kita berharap, sampai dengan lebaran Iduladha nanti semua bisa terkendali," ungkapnya.

Dia menjelaskan, dari hasil monitoring beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan dikarenakan biaya produksi yang tinggi dan juga akomodasi yang berlebihan.

"Yang meningkat drastis ini telur dan ayam. Itu dikarenakan harga pakan ternak yang mahal, para peternak tidak hanya menggunakan bahan lokal saja, ada konsentrat yang dibeli dari luar. Sementara untuk cabai itu kan mayoritas dari pulau Jawa. Otomatis dengan meningkatnya permintaan maka harga pun jadi mahal. Kalau untuk daging mudah-mudahan bisa stabil," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait