#pembongkaran#penertiban#pkl

Pemkot Metro Bongkar Belasan Lapak PKL, Pedagang Butuh Solusi

Pemkot Metro Bongkar Belasan Lapak PKL, Pedagang Butuh Solusi
Puluhan petugas gabungan membongkar belasan lapak PKL yang berada di kawasan Terminal Kota Metro, Rabu, 14 Juli 2021. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) membongkar belasan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Terminal Kota Metro

Pembongkaran tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Dinas Perdagangan Kota Metro Nomor 300/336/D-18.03/2021 tentang pemberitahuan ekskusi penertiban yang terbit pada 2 Juli 2021.

Pantauan Lampost.co, pada Rabu, 14 Juli 2021 sekira pukul 14.20 WIB, puluhan personel gabungan diterjunkan untuk membongkar 18 unit lapak PKL tersebut.

Terlihat, tiga truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro turut dikerahkan guna mengangkut puing-puing bangunan lapak.

Kepala Bidang (Kabid) Penegak Perda Kota Metro, Yoseph Nenotaek mengeklaim, penertiban berjalan lancar tanpa adanya protes dari pedagang.  

"Tidak ada protes dari pedagang. Barang yang dibersihkan dibawa ke TPA Karang Rejo," kata dia, Rabu, 14 Juli 2021.  

Baca: 12 Jalan Masuk Metro Disekat hingga 20 Juli

 

Pada kesempatan yang sama, Sekertaris Pol-PP Kota Metro, Jose Sarmento menyebut telah menerjunkan sebanyak 35 personel dalam membantu pembongkaran lapak PKL tersebut.

"Mereka merupakan gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, Sat Pol-PP, Dinas Pasar, dan DLH," kata dia. 

Sementara itu, salah satu pemilik lapak, Mad Farizi (78) berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Metro memberikan solusi terbaik bagi para pedagang setelah mematuhi pembongkaran. 

"Sebelumnya saya dagang di Pasar Kopindo, terus dibongkar, dipindah, terus begitu sampai beberapa kali. Hari ini dibongkar lagi, saya belum tau mau pindah ke mana," ujar dia.

"Tapi Pemkot tidak memberi apa-apa, termasuk solusi, kami suruh cari tempat sendiri," keluh dia. 

Dia juga tidak mengetahui secara persis alasan Pemkot melakukan penertiban. 

" Kami bukan hanya kecewa, tapi dalam keadaan pandemi begini kita mau cari makan bagaimana lagi," ujarnya.

Kekecewaan serupa diutarakan Aprizal (60), pemilik lapak sayuran. Ia mengaku bingung hendak menjajakan dagangannya setelah lapaknya dibongkar.

"Kami sudah tahu kalau ini mau dibongkar, tapi kan kami juga minta solusi," kata dia. 

"Kita ini sebagai PKL selalu teraniaya, tapi mau bagaimana lagi, kita harus terima," ucapnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait