#beritalampung#beritalampungterkini#kpk#pendidikanantikorupsi#antikorupsi

Pemkot Bandar Lampung Hadirkan KPK Edukasi Guru Pendidikan Antikorupsi

Pemkot Bandar Lampung Hadirkan KPK Edukasi Guru Pendidikan Antikorupsi
Pemerintah Kota Bandar Lampung melaksanakan edukasi pendidikan antikorupsi kepada dewan guru dan kepala sekolah di Aula Gedung Semergou, Kamis, 22 September 2022. Lampost.co/Umar Robbani


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar edukasi pendidikan antikorupsi kepada dewan guru di Kota Tapis Berseri. Kegiatan menghadirkan Direktur Jejaring Pendidikan KPK Aida Ratna Zulaiha.

Asisten II Pemkot Bandar Lampung, Tole Dailami, menjelaskan pendidikan antikorupsi di Bandar Lampung telah diterapkan sejak tahun ajaran 2020/2021. Kurikulum tersebut diterapkan mulai  jenjang SD—SMA.

Dia mengungkapkan edukasi yang digelar menyasar dewan guru, khususnya kepala sekolah. Tujuannya agar dewan guru bisa memberikan pendidikan antikorupsi dengan baik kepada peserta didik.

Baca juga: RUU Sisdiknas Dinilai Perlu Lokakarya Tiap Provinsi

"Penerapan pendidikan antikorupsi ini sudah berjalan dari tahun ajaran 2020/2021," ujarnya di Aula Gedung Semergou, Kamis, 22 September 2022.

Penerapan pendidikan antikorupsi itu diharapkan bisa melahirkan lulusan yang bersih. Sehingga ke depan, peserta didik sebagai generasi penerus bisa menjadi penerus bangsa yang baik.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bandar Lampung Eka Afriyana mengatakan penerapan pendidikan antikorupsi telah menjadi mata pelajaran. Sehingga peserta didik langsung mendapatkan pengetahuan tentang antikorupsi.

Bahkan, katanya, KPK menunjuk SMPN 14 Bandar Lampung sebagai percontohan dalam penerapan pendidikan antikorupsi. Diharapkan ke depan pendidikan antikorupsi bisa diterapkan lebih baik lagi.

"KPK menunjuk SMPN 14 Bandar Lampung sebagai percontohan dalam penerapan pendidikan antikorupsi," ujarnya.

Diketahui, pendidikan antikorupsi dicanangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung. Program tersebut menjadikan Lampung sebagai pilot project penerapan pendidikan antikorupsi di Indonesia.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait