#GasElpiji

Pemkab Tubaba Diminta Tindak Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Nakal

Pemkab Tubaba Diminta Tindak Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Nakal
Ilustrasi. Dok. Lampost.co


Panaragan (Lampost.co) -- Agen resmi Pertamina di Tulangbawang Barat (Tubaba) mendesak pemerintah daerah menertibkan pangkalan gas elpiji 3 Kg yang menjual ke pedagang nonmikro dan masyarakat menengah ke atas. Pasalnya, hal itu diduga menjadi penyebab kelangkaan gas elpiji bersubsidi di pasaran.

Direktur PT Ram 7 Sari, Niel Hakim Ahmad, selaku agen resmi PT Pertamina di Tiyuh Kibang Budi jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Tubaba, mengatakan pemda harus menindak pangkalan gas elpiji 3 kg nakal agar stok dan harga eceran tertinggi (HET) di pasaran dapat sesuai dengan peraturan Bupati nomor B/75/I.04/HK/TUBABA/2020.

Baca juga: Gas Elpiji 3 Kg di Tubaba Langka Akibat Banyak Dibeli Warga Mampu

"Itu memang masalah di lapangan, perlu disosialisasikan dari pihak Pemda. Jangankan masyarakat menengah ke atas, polisi, pegawai negeri hingga camat saja banyak yang pakai. Kalau tidak dikasih mereka marah, itulah perlunya satgas turun," kata Niel Hakim, Sabtu, 20 Maret 2021.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan, Eka Saputra mengungkapkan mudahnya orang mampu mendapatkan elpiji bersubsidi diduga akibat ulah ke 184 pemilik pangkalan di wilayah Tubaba yang tidak menjalankan prosedur penyaluran LPG sebagaimana semestinya.

"Setiap pangkalan itu seharusnya ada KTP penduduk setempat yang berkategori miskin sebagai pembukuan mereka kepada agen, dalam waktu dekat kami akan membuat tim untuk mengatasi hal ini," kata Eka.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Tubaba, Arya Saputra, menduga kelangkaan gas elpiji 3 Kg menjelang bulan puasa karena ada permainan dari pihak-pihak yang mengambil manfaat, misalnya penimbunan serta penjualan gas hingga keluar kabupaten oleh oknum.

“Berdasar data dari Diskoprindag yang kami terima pasokan gas elpiji di Tubaba mencapai 7.280 tabung per hari, maka itu tentunya sudah mencukupi dan tidak akan terjadi kelangkaan,” ujarnya.

Pihaknya berjanji akan segera berkoordinasi dan memanggil dinas terkait dan agen, agar dapat segera mengatasi permasalahan yang membuat masyarakat kesulitan dalam mendapatkan gas elpiji subsidi.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait