#pencabulan#pelecehanseksual

Pemkab Tubaba Dampingi Pemulihan Psikologis Santri Korban Pelecehan

Pemkab Tubaba Dampingi Pemulihan Psikologis Santri Korban Pelecehan
Pelecehan seksual. Ilustrasi


Panaragan (Lampost.co) – Dinas Pemberdayaan, Perempuan, dan Perlindungan Anak Tulangbawang Barat, melakukan pendampingan terhadap pemulihan psikologis santri korban pelecehan seksual yang dilakukan pemilik pondok pesantren inisial AA (45).

Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan, dan Perlindungan Anak Tulangbawang Barat, Munyati, menjelaskan pihaknya tengah berkoordinasi terkait data korban dan penanganan korban. Sebab, dia mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan korban karena sedang trauma.

"Kami menemui korban dan belum bisa bertemu karena korban masih ketakutan," ujar Munyati, kepada Lampost.co, Selasa, 3 Desember 2023.

Dalam pendampingan terhadap korban, Pemkab menyiapkan bantuan hukum dan layanan pemeriksaan kesehatan atau pengobatan korban akibat kekerasan yang dialami. Untuk pemulihan psikologis akan bekerja sama dengan psikolog klinis dari Bandar Lampung.

"Kami harus bertemu korban dulu dan meminta kuasa dari korban bersedia untuk kami pendampingan sebelum memberikan layanan," katanya.

Ia juga akan berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Tubaba untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Plt Kepala Kantor Kemenag Tubaba, Anthon Shofari, mengatakan ponpes tersebut memiliki izin operasional pondok pesantren (IJOP).

"IJOP-nya terdaftar," kata dia.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait