#inflasi#bmw#tuba

Pemkab Tuba Terapkan 25 Program BMW untuk Kendalikan Inflasi

Pemkab Tuba Terapkan 25 Program BMW untuk Kendalikan Inflasi
Program 25 BMW yang digencarkan Bupati Tulangbawang Winarti diterapkan untuk menekan lanju inflasi. (Foto:Dok.Pemkab Tuba)


Menggala (Lampost.co)--Pemerintah Kabupaten Tulangbawang fokus mengendalikan laju inflasi melalui 25 program Bergerak Melayani Warga (BMW).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tulangbawang, Dicky Soerachman, mengatakan upaya menekan laju inflasi dengan menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat.

Pemerintah daerah menyiapkan anggaran 5,03 persen yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) pemerintah pusat.

"Total anggarannya sekitar Rp7,9 miliar yang akan disalurkan melalui beberapa bantuan," kata Dicky, Jumat, 21 Oktober 2022.

Dicky mengatakan semenjak wabah penyakit yang disebabkan virus Covid-19 melanda pertumbuhan ekonomi lesu. Ditambah lagi kebijakan pemerintah pusat menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Menurutnya, sejauh ini 25 program BMW yang digagas Bupati Tulangbawang Winarti selaras dengan upaya pemerintah pusat dalam pengendalian inflasi.

Sejumlah bantuan yang rencananya bakal disalurkan yakni bantuan nelayan, bantuan kepada kelompok wanita tani, pasar murah, Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi lansia dan penyandang disabilitas, beasiswa bagi siswa SD dan SMP yang tidak mampu.

Kemudian, bantuan modal usaha ekonomi produktif, insentif tenaga kesehatan di kampung, tambahan insentif RT dan BPK, insentif guru ngaji, marbot, penghulu, penjaga makam, pengurus tempat ibadah, dan pemuka agama.

"Melalui 25 Program unggulan BMW telah banyak membantu dan memberikan perubahan lima tahun terakhir bagi masyarakat. Diantaranya dengan memberikan modal usaha Rp20 juta untuk tiap kelompok yang tersebar di  tiap kampung," ujar dia.

Sejauh ini, jelas dia, terdapat 1.545 lansia dan penyandang disabilitas mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah melalui dinas sosial tahun ini.

"Jumlah itu terbagi, 1.421 orang lansia dan 124 orang penyandang disabilitas," kata dia. Untuk lansia mendapatkan Rp1,2 juta pertahun, penyandang disabilitas Rp2,4 juta pertahun. Setiap bantuan dicairkan per semester atau enam bulan sekali.

Untuk meminimalisir terjadinya potongan nilai bantuan, pihaknya menyerahkan dana secara langsung dengan di transfer ke nomor rekening masing-masing penerima.*

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait