#stunting#kesehatan

Pemkab Tanggamus Canangkan 'Cerdas' Cegah Stunting

Pemkab Tanggamus Canangkan 'Cerdas' Cegah Stunting
Bupati Tanggamus Dewi Handajani membuka program Cegah Stunting dari Rumah dan Sekolah (Cerdas), Jumat, 10 Juni 2022. Kegiatan itu menandai dimulainya edukasi kesehatan, gizi, dan pola asuh anak. Istimewa


Kotaagung (Lampost.co) -- Bupati Tanggamus Dewi Handajani bersinergi dengan Aqua membuka program Cegah Stunting dari Rumah dan Sekolah (Cerdas), Jumat, 10 Juni 2022. Kegiatan itu menandai dimulainya edukasi kesehatan, gizi, dan pola asuh anak. 


Pemerintah Kabupaten Tanggamus menetapkan strategi lima pilar pencegahan stunting yang terdiri dari komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye nasional dan perubahan perilaku, konvergensi program pusat, daerah dan desa, ketahanan pangan dan gizi, dan pemantauan dan evaluasi.

Bupati Tanggamus, Dewi Handajani, mengatakan SSGI Tanggamus menjadi daerah tertinggi dengan kasus stunting tertinggi di lampung, yaitu 17 lokus stunting yang tersebar di beberapa kecamatan. 

Pada 2021, Tanggamus memiliki prevalensi stunting 6,01%. Angka itu meningkat 2,65% dibandingkan 2020 dan 3,288% dibandingkan 2019. Penurunan tersebut terjadi karena adanya peningkatan akurasi data yang ada. Saat ini PAUD juga memiliki program PAUD Holistik integratif. 

Program itu berfokus pada penyelenggaran PAUD secara menyeluruh yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan, pengasuhan, dan perlindungan. 

“Diharapkan program ini membuat tenaga pendidikan PAUD dapat memberikan pendidikan kepada masyarakat dan anak didik PAUD tentang risiko stunting dan cara pencegahannya,” kata Dewi. 

Kegiatan itu diikuti lebih dari 450 peserta yang terdiri dari guru-guru PAUD, TPPKK, Posyandu, Puskesmas, jajaran Pemkab Tanggamus serta pemerintah Desa se-Tanggamus. Hal tersebut juga didukung Pabrik Aqua Tanggamus bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Way Seputih sebagai mitra pelaksana. 

Kepala Pabrik Aqua Tanggamus, Asep Mawan Ruswandi, mengatakan salah satu faktor terjadinya stunting pada anak dari pola makan yang tidak baik yang menyebabkan kondisi gizinya kurang. Untuk itu diperlukan strategi dan kerja sama untuk mendukung peningkatan pola makan dan minum yang baik terutama untuk anak-anak usia dini. 

“Danone Indonesia terus berkomitmen mendukung kesehatan anak-anak di Indonesia. Salah satu program untuk mencegah stunting adalah program isi piringku yang berjalan sejak 2017 dan dilaksanakan di 27 kabupaten/kota di 9 Provinsi,” katanya. 

Program Isi Piringku adalah program bertujuan untuk mengedukasi masyarakat supaya memahami porsi makan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gizi. Isi Piringku adalah pengganti konsep 4 sehat 5 sempurna. Konsep lama tersebut kini tidak lagi mengakomodasi pemenuhan gizi seimbang. 

Menurut dia, target Program Isi Piringku 2022 akan diperluas kepada orang tua melalui kader posyandu dan PKK, yakni dengan memperkuat pengetahuan tentang gizi seimbang. 

Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan salah satunya keluarga. 

Rudy Budiman, Ketua Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, mengatakan sasaran pendekatan keluarga meliputi calon pengantin, ibu hamil, masa pasca melahirkan, dan balita usia 0-5 tahun. 

“Pola asuh anak 0-23 bulan harus diintervensi. Kondisi masyarakat tidak terlepas dari kondisi lingkungan seperti sanitasi air bersih. Banyak masyarakat mengkonsumsi air bersih tapi belum tentu sehat. Makanya perilaku masyarakat mengkonsumsi ini betul-betul diperhatikan. Jangan langsung diminum tapi harus dimasak sampai titik didih yang telah ditentukan. Ini yang harus kita sosialisasikan betul,” katanya. 

Rizki Yusrini Pohan, Health and Nutrition Senior Manager Danone Indonesia, menjelaskan pencegahan stunting harus dilakukan secara integratif. Danone melakukan beberapa program dengan pendekatan keluarga. Cerdas sendiri edukasi gizi dan pola asuh untuk orang tua balita dan umum. 

“Kami punya program untuk peningkatan pola hidup sehat dan bersih yang ditunjang gizi seimbang. Pabrik Aqua Tanggamus pertama-tama menjalankan program pengadaan akses air bersih untuk masyarakat, disusul bagaimana buang air yang baik dan tidak sembarang, sarana cuci tangan pakai sabun. Selain itu ada juga program tukar sampah dengan sayuran,” katanya. 

Kegiatan pada 2022 diantaranya meliputi survei baseline sebagai bahan acuan advokasi kebijakan ke pemerintah daerah, pelatihan untuk guru-guru PAUD, dan pengembangan fasilitas taman edukasi. Selain itu pembuatan media pembelajaran, kelas Cerdas untuk orang tua, murid, kader Posyandu, dan kader PKK, serta pelatihan pengembangan media sosial PAUD.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait