#pesawaran

Penambangan Batu di Desa Kurungan Nyawa 'Dikubur'

Penambangan Batu di Desa Kurungan Nyawa 'Dikubur'
Pemkab Pesawaran melakukan penyegelan terhadap tambang batu yang terdapat di Desa Kurungan Nyawa, Rabu, 30 Maret 2022. (Lampost.co/Putra Pancasila Sakti)


Gedongtataan (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran melakukan penyegelan secara permanen terhadap aktivitas penambangan batu di jalan baru Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Gedongtataan. 

Kepala DPMPTSP Pesawaran Singgih Pebriantoro mengatakan, pihaknya melakukan penyegelan lantaran penambangan tersebut menabrak peraturan daerah nomor 6/2019 tentang RTRW.

"Yang jelas kami menegakkan peraturan daerah nomor 6/2019 tentang RTRW. Jadi, di Kecamatan Gedongtataan tidak diperkenankan izin tambang. Maka dari itu, hari ini aktivitas penambangan kami segel permanen. Kalau masih bandel, kami akan teruskan ke APH," ujarnya di kantornya, Rabu, 30 Maret 2022.

Singgih juga mengatakan per 24 Agustus 2021 pihaknya sudah memberikan imbauan dan teguran kepada pengelola untuk menghentikan aktivitas penambangan batu tersebut. Namun, teguran tersebut tidak diindahkan pihak pengelola tambang, sehingga saat ini aktivitas penambangan masih berjalan.

"Hari ini sebagai tindak lanjut apa yang telah kami sampaikan sebelumnya. Karena saat ini ternyata masih ada aktivitas penambangan, sehingga kami lakukan penyegelan tambang batu tersebut dengan tim yang terdiri dari Satpol PP, DPMPTSP, dinas lingkungan hidup, dinas PUPR serta dinas terkait," ujar dia.

Pada prinsipnya, lanjut Singgih, Pemkab Pesawaran membuka ruang yang luas bagi investor yang akan berinvestasi di Pesawaran. Pihaknya akan mendampingi, membantu proses perizinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Kasat Pol PP Pesawaran Effendi mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat untuk menjamin agar pengelola tidak melakukan penambangan lagi ke depannya. 

"Tentu lokasi penambangan ini menjadi atensi untuk kami pantau. Kemudian dalam penerapan Perda yang telah disebutkan tadi, tentu akan kami pantau untuk Kecamatan Gedongtataan," katanya. 

Sedangkan pengelola tambang, Toha, mengaku akan menarik semua alat berat yang berada di lokasi penambangan tersebut. Sebab selama ini pihaknya telah beroperasi. 

"Kami sudah berupaya untuk mengurus izin galian. Namun, tidak masuk kategorinya. Kami akan tarik semua alat berat di lokasi ini," ujarnya.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait