Lampurakbm

Pemkab Lampura Mantapkan KBM Tatap Muka

Pemkab Lampura Mantapkan KBM Tatap Muka
KBM tatap muka. Ilustrasi


Kotabumi (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten Lampung Utara (Lampura) terus memantapkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah. Mulai dari jenjang pendidikan usia dini (TK/Paud) hingga SMP yang akan dimulai pada awal Februari mendatang. 

Sekretaris Kabupaten Lampura, Lekok, sekaligus sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dan kebudayaan hingga saat ini terus melakukan pemantapan. 

Terhadap pelaksanaan KBM yang selama ini daring kepada tatap muka langsung. Sehingga pada saat pelaksanaan akan berjalan baik, tanpa hambatan di lapangan.

"Kami tekankan jangan sampai dengan dibukanya tatap muka memberi andil peningkatan kasus terkonfirmasi positif covid-19. Alhamdulillah dinas terkait menindaklanjuti dan saat ini tengah melakukan langkah-langkah persiapan. Mulai dari penegakkan prosedur, sampai fasilitas penunjang," kata dia, Kamis, 7 Januari 2020.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Mat Soleh, menambahkan pihaknya hingga kini masih melakukan berbagai upaya dalam menyukseskan KBM tatap mula langsung di sekolah.

Hal itu dengan memverifikasi sekolah dengan fasilitas yang dimiliki dan koordinasi dengan satgas percepatan penanganan covid-19. Sehingga saat pelaksanaan tatap muka langsung dapat berlangsung baik, dan tak menimbulkan hal yang tak diinginkan.

"Sesuai instruksi atasan, kami tidak ingin hal itu terjadi. Jadi kami berharap dapat maksimal pelaksanaannya," ujar Mat Soleh.

Untuk itu, lanjutnya, pihaknya terus berupaya memperbaiki setiap perlakuan di sekolah. Sehingga dapat mengantisipasi penyebaran covid-19, khususnya ditengah pendemi saat ini. 

"Sedini mungkin diantisipasi, karena beberapa pekan ke depan kami masih fokus pemantauan. Kelak akan kami buatkan klaster, sesuai perkembangan pendemi belakangan. Di masing-masing kecamatan, tetapi di dalamnya akan disesuaikan karena antara satu desa dan lainnya kemungkinan penyebaran wabah tak sama," imbuhnya. 

Sehingga di butuhkan koordinasi, baik internal (sekolah) maupun dengan satgas covid-19. Sebab, dalam satu kecamatan terpapar, tidak semua desa sama. Sehingga perlu perlakuan berbeda, seperti di Kecamatan Abung Selatan yang banyak mengalami peningkatan kasus.

"Jadi yang banyak itu akan dikurangi dan sedikit akan tetap melaksanakan tatap muka langsung," bebernya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait