#beritalampung#beritalampungterkini#inflasi#penangananinflasi#kenaikanhargabbm

Pemkab Lambar segera Gelar Pasar Murah Tangani Inflasi  

Pemkab Lambar segera Gelar Pasar Murah Tangani Inflasi  
Foto ilustrasi. Dok


Liwa (Lampost.co) -- Pasar murah menjadi salah satu kegiatan dalam penanganan inflasi sebagai dampak dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Sasaran dari kegiatan tersebut adalah warga kurang mampu yang terdampak.

Hal itu dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan yang dalam waktu dekat akan menggelar kegiatan pasar murah/sembako murah dengan kuota 20 ribu kepala keluarga (KK) kurang mampu yang tersebar di 15 kecamatan. “Kegiatan pasar murah itu akan dilaksanakan di seluruh kecamatan dengan sasaran warga kurang mampu, bukan pegawai pemerintah, dan diutamakan yang berdomisili jauh dari titik distribusi sembako,” kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Lambar Tri Umaryani, Kamis, 6 Oktober 2022.

Baca juga: Harga Beras di Bandar Lampung Naik karena Stok Menipis 

Dia menjelaskan untuk pelaksanaan,  pihaknya bekerja sama dengan Bulog untuk menyiapkan barang, sedangkan Pemkab memberikan subsidi harga serta memfasilitasi pendistribusianya hingga ke kecamatan-kecamatan. Adapun komoditas pada kegiatan pasar murah tersebut berupa beras 5 kilogram, bawang merah 1 kilogram, gula pasir 1 kilogram, telur 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter. 

“Soal harga, pemerintah memberikan subsidi Rp5.000/kg untuk komoditas beras, gula, dan minyak goreng. Kemudian untuk bawang merah dan telur disubsidi Rp10 ribu/kg dengan ketentuan masing-masing warga menebus maksimal tiga item komoditas. Untuk mendapatkan sembako murah itu, masyarakat membawa fotokopi KK kemudian membayar sesuai harga subsidi,” ujarnya.

Tri menambahkan kegiatan pasar murah itu diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhannya. Hal ini dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat tidak mampu akibat terdampak kenaikan harga BBM.

"Kegiatan pasar murah ini merupakan upaya Pemkab untuk mengatasi dampak inflansi setelah kenaikan harga kebutuhan pokok sebagai dampak kenaikan BBM," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait