#beritalampung#beritalampungterkini#pelecehan#uuperlindungananak

Pemilik Salon Diciduk Lecehkan Anak di Bawah Umur

Pemilik Salon Diciduk Lecehkan Anak di Bawah Umur
Polresta Bandar Lampung saat menggelar konferensi pers terkait penangkapan pelaku pelecehan di mapolresta setempat, Senin, 14 November 2022. Lmapost.co/Salda Andala


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Satreskrim Polresta Bandar Lampung meringkus RP (35), pemilik salon, atas perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur. Tersangka diringkus di Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, Minggu malam, 13 November 2022.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan penangkapan tersangka berawal saat korban melapor kepada orang tua kalau bagian kelaminnya sakit. Saat ditanya, korban mengakui disodomi tersangka.

Baca juga: Petani Kopi Tewas Diduga Korban Pembunuhan 

"Lalu unit PPA melakukan pembuktian dan setelah cukup bukti melakukan under cover dengan cara menghubungi pelaku untuk berpura-pura menyewa hiburan kuda lumping. Kami janjian di suatu tempat di daerah Kemiling dan setelah itu pelaku diringkus," katanya, Senin, 14 November 2022.

Setelah diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya dan sudah melakukannya sejak Juli 2021 lalu. Dia mengaku dalam rentang setahun lebih itu sudah tujuh kali berhubungan badan dengan korban yang masih duduk di bangku SMA tersebut.

"Pelaku bekerja sebagai tata rias kuda kepang. Dia merekrut anak di bawah umur untuk dijadikan pemain kuda kepang lalu mengajak korban menginap di rumahnya," ujarnya.

Saat korban menginap, pelaku mulai menjalankan aksinya sambil mengancam korban tidak akan lagi diajak jadi pemain kuda lumping jika tidak menuruti kemauannya. "Pelaku merupakan warga Kecamatan Tanjungsenang juga pemilik salon dan tata rias dengan sebutan ME," katanya.

Pelaku mengaku baru pertama kali melakukan perbuatannya dan itu juga dilakukan atas dasar kemauan dari korban. "Baru pertama kali. Karena dia nginep di tempat saya," katanya.

Saat ini Satreskrim Polresta juga masih mendalami apakah ada korban lain yang menjadi pelampiasan pelaku. "Barang bukti yang kami amankan dua helai celana pendek boxer, empat celana dalam warna cokelat, hijau, abu-abu, dan biru," ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 82 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait