#travel#angkutan#lalulintas

Pemilik PO Bus di Bandar Lampung Minta Pemerintah Tindak Travel Gelap

Pemilik PO Bus di Bandar Lampung Minta Pemerintah Tindak Travel Gelap
Ilustrasi angkutan travel. Medcom.id/Siti Yona Hukmana.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemilik perusahaan otobus (PO) di Bandar Lampung mengeluhkan maraknya aktivitas travel gelap yang dinilai sudah sangat menjamur. Mereka tidak hanya mengangkut penumpang antarkota dalam provinsi (AKDP), namun juga merambah penumpang antarkota antarprovinsi (AKAP). 

Tarmizi Agus Muksi, pemilik PO Sinar Kencana Makmur Abadi yang berada di Jalan Soekarno-Hatta, Hajimena mempersoalkan keleluasaan travel gelap tanpa kejelasan izin tersebut dalam mendapatkan penumpang. 

"Mereka berani menyebarkan info atau promo travel di dunia maya padahal tidak punya izin," ujar dia, Minggu, 13 Juni 2021.  

Baca: Larangan Mudik Jangan Sampai Untungkan Travel Bodong

 

Menurut Tarmizi, syarat menjalankan usaha jasa transportasi adalah membayar pajak tahunan agar izin trayek tetap berjalan. 

"Pendapatan per bulan normalnya sekitar Rp15 juta. Sekarang akibat pandemi dan travel gelap kami cuma bisa mendapatkan sekitar Rp6 sampai 7 juta saja," kata dia.

Dia berharap pemerintah dan petugas memberikan tindakan tegas kepada travel ilegal.

"Aparat jangan tutup mata, sebab kami yang legal lah yang menyumbang pendapatan daerah," cetus dia.

Salah satu pemilik PO yang enggan disebutkan namanya bahkan mengaku sudah menyampaikan segala keluh kesah itu ke Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat.

"Travel plat hitam itu tidak memiliki izin yang jelas, tidak membayar pajak daerah, dan merugikan para pemilik PO bus," kata dia. 

"Omzet kami menurun sampai 50 persen dalam dua tahun belakangan karena mereka bisa keluar masuk terminal dan lewat begitu saja di pelabuhan," tutup dia. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait