#hotel#wisata

Pemilik Hotel dan Wisata Lampung Disarankan Sasar Pengunjung Lokal saat Nataru

Pemilik Hotel dan Wisata Lampung Disarankan Sasar Pengunjung Lokal saat Nataru
Petugas hotel di Bandar Lampung menyambut pengunjung dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Lampost.co/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah akan menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) atau periode 24 Desember 2021 sampai 4 Januari 2022. Kebijakan tersebut diterapkan guna mengantisipasi potensi peningkatan kasus penularan covid-19.

Kebijakan pembatasan kembali mobiltas warga tersebut sudah dipastikan berdampak bagi sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran. Kunjungan wisatawan dari luar Provinsi Lampung akan berkurang, bahkan tidak ada.

Sekretaris Persatuan Hotal dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Lampung, Friandi Indrawan mengaku maklum atas adanya kebijakan tersebut. Sebab, pemerintah tidak mau gelombang mobilitas tinggi berdampak pada adanya gelombang ketiga covid-19. Apabila covid-19 meledak, sektor perekonomian pun bisa kembali tumbang.

"Kami pasti terdampak. Awal pandemi kita tiarap lalu ada penerapan PPKM Level 1 dan 2 dan mulai hidup lagi, okupansi sampai 50% lebih. Bila dibatasi lagi saat Nataru, pasti berdampak turunnya okupansi kami," katanya, Minggu, 21 November 2021.

Baca: Tingkat Hunian Kamar Hotel di Lampung Meningkat

 

Ia mengatakan, para pelaku usaha disektor wisata, perhotelan, dan restoran diminta untuk melakukan langkah-langkah strategis agar tidak terlalu mengandalkan kunjungan tamu dari luar Lampung.

"Tamu dari luar Lampung pasti sepi, maka kami mengimbau kepada kawan-kawan untuk menyiapkan siasat dan strategi agar bisa mendapatkan income dengan menyasar pasar domestik, jangan mengandalkan wisatawan dari luar. Target 75% pemasukan dari wisatawan dalam Lampung saja sudah alhamdulillah," katanya.

Ia menceritakan, para pelaku usaha wisata, perhotelan, dan restoran juga sudah menyiapkan berbagai program Nataru, tetapi harus direm sedikit karena adanya kebijakan pemerintah untuk pembatasan mobilitas dan kegiatan di masyarakat. Apalagi Muktamar NU pada 23-25 Desember 2021, diwacanakan ditunda yang berpengaruh dengan okupansi di saat Nataru.

"Tetapi kami tidak terlalu kaget, teman-teman sudah biasa dan berpengalaman menyikapi pandemi ini. Tahun kemarin juga tidak ada even, yang terpentingkan kesehatan dan keselamatan masyarakat," katanya.

Sementara itu Director of Sales & Marketing Radisson Lampung Kedaton, Liza Anggraini mengatakan, pihaknya masih menunggu kebijakan dan keputusan pemerintah mengenai regulasi terkait Nataru. Meskipun begitu, pihaknya menyiapkan paket bila ada masyarakat yang ingin berkunjung.

"Kalau paket internal ada paket kamar dan dinner. Masih menunggu regulasi pusat," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait