#pemilihanrektor#humaniora#unila

Pemilihan Rektor Unila, Senat akan Selalu Terbuka dan Siap Dianulir

Pemilihan Rektor Unila, Senat akan Selalu Terbuka dan Siap Dianulir
Ketua Senat Unila Prof. Heryandi. Foto: Febi Herumanika


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Enam calon rektor Universitas Lampung (Unila) harus mengikuti tiap tahapan yang sudah menjadi ketentuan sebagai calon. Selain itu, para calon rektor juga harus memenuhi persyaratan yang diminta seperti sehat jasmani dan rohani, serta rekam jejak dari calon rektor tidak pernah bermasalah. Selain itu, calon rektor juga diminta untuk melaporkan harta kekayaanya.

Ketua Senat Unila Prof. Heryandi mengungkapkan untuk menjaga kredibilitas Unila diperlukan keterbukaan dan jauh dari kata kecurangan. Karena hal itu dapat menghancurkan kredibilitas perguruan tinggi negeri itu sendiri. "Kita harapkan dalam pemilihan rektor ini berjalan sejuk. Kalau ngomongin kecurangan apa yang mau dicurangin, kita nggak ngomongin siapa yang mau jadi rektor. Yang menjadi rektor siapa yang mendaftar itulah yang bakal jadi rektor dan akan dikawal prosesnya, karena pertaruhannya kredibilitas kita juga," kata dia.

Kata Haryandi, Senat akan selau terbuka dalam hal ini jika nantinya para calon atau senat ada yang terindikasi berbuat curang akan dianulir pemilihannya. "Kalau kira-kira nanti ada indikasi dari calon-calon dari anggota Senat yang nggak benar silakan saja kita terbuka saja, nggak ada yang ditutup-tutupi, termasuk LHKPN akan diperiksa laporanya," kata dia.

Dalam peraturan Permenristekdikti nomor 21 tahun 2019 jelas pasalnya bahwa calon tiga besar rektor tersebut akan dinilai oleh Menteri dan dapat bekerja sama dengan instansi lain. "Semisalnya jika dia berkaitan dengan bidang korupsi dia bekerja sama dengan KPK, mengenai hukuman-hukuman bekerja sama dengan Jaksa dan pihak kepolisan," kata dia.

EDITOR

Febi Herumanika

loading...




Komentar


Berita Terkait