#desa

Pemilihan Kepala Kampung di Way Kanan Digelar 27 Mei

Pemilihan Kepala Kampung di Way Kanan Digelar 27 Mei
 Bupati Kabupaten Way Kanan Raden Adipati Surya saat sosialisasi Pilkakam Serentak 2021, di Gedung Serba Guna Kabupaten Way Kanan, Selasa, 26 Januari 2021. Lampost.co/Candra Putra Wijaya


Way Kanan (Lampost.co) -- Bupati Kabupaten Way Kanan Raden Adipati Surya menyampaikan Pemilihan Kepala Kampung (Pilkakam) Serentak dijadwalkan dihelat pada 27 Mei 2021. Pilkakam akan diikuti 85 kampung/desa di 15 Kecamatan di Kabupaten Way Kanan.

Bupati mengatakan, pemilihan gelombang pertama telah dilaksanakan pada 2016 diikuti sebanyak 118 kampung, sementara pada 2018 sudah dilaksanakan pemilihan gelombang kedua yang diikuti 18 kampung. 

"Pemilihan tahun 2021 ini merupakan pemilihan yang ditunda pada 2020 karena negara menghadapi pandemi Covid-19. Dengan terbitnya Permendagri 72 tahun 2020 tentang Perubahan kedua atas Permendagri 112 tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa, maka Pilkakam di Kabupaten Way Kanan tidak jauh berbeda dengan Pemilihan Kepala Daerah 9 Desember 2020, yakni dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat," kata Bupati saat sosialisasi Pilkakam Serentak 2021 di Gedung Serba Guna Kabupaten Way Kanan, Selasa, 26 Januari 2021. 

Penerapan prokes akan diterapkan mulai dari tahapan persiapan, yaitu pembentukan panitia pemilihan tingkat kampung, tahapan pencalonan yang meliputi kegiatan pendaftaran, pengambilan nomor urut, dan kampanye, tahapan pemungutan suara, serta tahapan pelantikan calon kepala kampung terpilih. 

"Diharapkan semua unsur baik dari TNI, Polri, pemerintah daerah, kampung serta masyarakat dapat mensukseskan Pilkakam tahun 2021 dengan menerapkan prokes sehingga terpilih kepala kampung yang diharapkan namun masyarakat tetap dalam keadaan sehat," imbau Bupati. 

Permendagri No 72 ini diundangkan pada 1 Desember 2020. Pemerintah daerah berusaha secepat mungkin melakukan penyesuaian regulasi perubahan Perbup agar Pemilihan Kepala Kampung Gelombang ketiga pun bisa segera dilaksanakan. 

"Namun apabila ada kenaikan kasus Covid-19, tidak menutup kemungkinan pemerintah pusat akan melakukan penundaan terhadap Pilkakam di Kabupaten Way Kanan," kata Adipati. 

Pilkakam merupakan proses pergantian kepemimpinan desa berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Jabatan kepala Kampung diatur masa jabatannya dan ketika berakhir harus segera dilakukan pergantian.

"Apabila belum saatnya dilaksanakan pemilihan, maka Bupati mengangkat Penjabat Kepala Kampung dari PNS Pemerintah Daerah Kabupaten Way Kanan," jelasnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait