ingatpesanibupakaimaskercucitanganjagajarak

Pemerintah Siapkan Vaksin Covid-19 Sesuai Jadwal

Pemerintah Siapkan Vaksin Covid-19 Sesuai Jadwal
Presiden RI Joko Widodo memastikan pemerintah akan mendatangkan vaksin sesuai jadwal (Foto:Dok.Metro TV)


Jakarta (Lampost.co) -- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah akan mendatangkan vaksin sesuai jadwal. Mengacu pada pernyataan sebelumnya, vaksin sedianya akan tiba pada akhir November 2020 atau Januari 2021.

Sejauh ini, pemerintah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah produsen vaksin. Ada Sinovac dan Sinopharm asal Tiongkok. Namun Jokowi tidak menyebutkan spesifik vaksin yang dimaksud.

"Kalau kepeleset dikit, mungkin awal Desember. Kalau Desember tidak bisa, ya mungkin lompat ke Januari," ujar Jokowi, dalam wawancara khusus bersama Metro TV, Jumat 27 November 2020.

Ketika vaksin tiba, Jokowi mengingatkan vaksin tidak bisa langsung digunakan. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui sebelum bisa digunakan oleh banyak orang.

"Kami harus mengikuti standar yang ditetapkan WHO, kaidahscientific, dan kaidah ilmiah yang ada tahapannya di BPOM. Kami tidak mau melompati tahapan yang ada demi keselamatan rakyat," kata Jokowi, tegas.

Vaksin Covid-19 Dijamin Halal

Terkait kehalalan vaksin, Jokowi menjamin vaksin yang akan digunakan halal. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama (Kemenag) turut mengawal untuk memastikan kandungan yang digunakan untuk vaksin halal.

"Ya sejak awal kami libatkan MUI dan Kemenag. Mereka juga ikut cek ke pabrik vaksin. Supaya jangan sampai barang sudah jadi, sudah beli, dan sudah ada, nanti ada isu itu," katanya.

Jokowi sadar untuk penyampaian soal vaksin kepada publik membutuhkan sosok yang tepat. Dia memutuskan menunjukan Ketua Komite Penaganan Covid-19 Erick Thohir yang akan mengomunikasikan vaksin kepada publik.

Dalam proses penjelasan, para tokoh agama dan tokoh masyarakat akan dirangkul. Penyampaian pesan juga akan mengandalkan media sosial dan media mainstream.

"Saya lihat di TV sudah mulai," katanya.

Vaksin Merah Putih Gunakan Platform Berbeda

Presiden Jokowi juga turut menjelaskan soal vaksin merah putih. Menurutnya, proses dan pengembangannya tidak mudah sebab menggunakan platform berbeda dari vaksin impor.

Namun, Jokowi memperkirakan vaksin merah putih akan lebih unggul dari sisi harga, yakni lebih murah. Meskipun penelitian masih panjang.

"2021 mungkin baru selesai. Setelah tahapan itu, mungkin akhir 2021 bisa digunakan, atau awal 2022," tuturnya.

Menolak Opsi Compassionate Use

Pada kesempatan lain, Kepala Negara mengaku sempat disarankan menerapkancompassionate useuntuk vaksinasi virus korona (covid-19). Dengan opsinya, Jokowi dapat mengizinkan penggunaan obat atau vaksin yang masih dalam tahap pengembangan.

"Kemarin sempat ada yang menyampaikan mengenaicompassionate use. Namun, saya sampaikan itu belum ada opini dan pertimbangan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," kata Jokowi.

Saran tersebut ditolak Jokowi. Sebab, keamanan penerapancompassionate useuntuk vaksin belum terbukti.

"Kita tidak menggunakan itu karena memang belum ada opini dan pertimbangan dari WHO. Artinya, kita ini sangat hati-hati dalam melakukan tahapan-tahapan vaksinasi," ujar Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan, vaksinasi harus cepat terlaksana, tetapi tidak boleh mengabaikan keselamatan dan keamanan masyarakat. Semuanya, harus sesuai tahapan yang ditentukan WHO.

Pada masa pandemi ini, pemerintah melalui #satgascovid19 terus mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.

EDITOR

Abdul Gafur

loading...




Komentar


Berita Terkait