#pendidikan#belajartatapmuka

Pemerintah Izinkan KBM Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau

( kata)
Pemerintah Izinkan KBM Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau
Foto - ilustrasi. Antara

Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah memutuskan memberikan izin kepada satuan pendidikan di zona kuning dan hijau melaksanakan kembali aktivitas belajar mengajar secara langsung atau tatap muka. Izin diberikan dengan catatan kegiatan pembelajaran harus berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat demi mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Prioritas utama pemerintah adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim melalui keterangan resmi, Jumat, 7 Agustus 2020.

Adapun, satuan pendidikan yang berada di zona oranye dan merah masih tidak diperkenankan melaksanakan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka. Mereka diminta melanjutkan kegiatan belajar dari rumah (BDR). Ketentuan tersebut, kata Nadiem, berlaku pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Sementara, PAUD dapat memulai pembelajaran tatap muka paling cepat dua bulan setelah jenjang pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan.

"Khusus untuk sekolah menengah kejuruan (SMK), dengan pertimbangan pembelajaran praktik adalah keahlian inti dari SMK, pelaksanaan pembelajaran praktik bagi peserta didik SMK diperbolehkan di semua zona dengan syarat wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tuturnya.

Kendati izin sudah diberikan dan satuan pendidikan mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka, orang tua atau wali murid adalah pihak yang memegang kendali atas anak-anak mereka. "Artinya, orang tua atau wali murid tetap dapat memutuskan apakah anak mereka perlu belajar tatap muka atau melanjutkan belajar dari rumah," katanya.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, per 3 Agustus 2020, sekitar 57% peserta didik masih berada di zona merah dan oranye. Artinya, hanya 43% peserta didik yang berada di zona kuning dan hijau.

"Ratusan ribu sekolah ditutup untuk mencegah penyebaran, sekitar 68 juta siswa melakukan kegiatan belajar dari rumah dan sekitar empat juta guru melakukan kegiatan mengajar jarak jauh," ujarnya.

Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pun bukan tanpa kendala. Ia melihat banyak guru kesulitan dalam menjalankan sistem tersebut dan masih fokus menuntaskan kurikulum yang sebelumnya berjalan. Di sisi lain, tidak semua orang tua mampu mendampingi anak mereka belajar di rumah dengan optimal karena berbagai hal.

“Para peserta didik juga mengalami kesulitan konsentrasi ketika belajar dari rumah. Mereka mengalami kejenuhan yang berpotensi menimbulkan gangguan pada kesehatan jiwa,” katanya.

Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/335238-pemerintah-izinkan-kbm-di-zona-kuning-dan-hijau

EDITOR

Media Indonesia

loading...

Berita Terkait

Komentar