#pencemaran#limbah

Pemerintah Diminta Usut Pencemaran Limbah di Laut Pesisir Panjang

Pemerintah Diminta Usut Pencemaran Limbah di Laut Pesisir Panjang
Warga Pesisir Rawa Laut, Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung resah lantaran kembali tercemari limbah oli. Zainuddin


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung mendesak pemerintah dan kepolisian mengusut tuntas pencemaran laut di Kecamatan Panjang, kota Bandar Lampung.

Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri mengatakan kejadian pencemaran laut bukan kali pertama, namun semua proses tidak ada kepastian hukum sampai saat ini.

Berdasarkan catatan Walhi, pencemaran pesisir pantai berwarna hitam pekat dan lengket terjadi tiga kali dalam kurun waktu berturut sejak tahun 2020, 2021, dan 2022.

"Yang sampai saat ini belum diketahui prosesnya sudah sejauh mana karna tidak transparan proses penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian dan pemerintah," katanya.

Irfan mengatakan, menurut hasil tinjauan lapangan WALHI Lampung pencemaran tersebut berada pada titik koordinat  5°28'50.3"S 105°19'09.8"E di RT 09 Kampung Rawa Laut Kecamatan Panjang Kota Bandar Lampung.

Di lokasi terlihat limbah yang menyerupai oli atau minyak menempel disepanjang garis pantai, berwarna hitam dan berbau seperti minyak solar.

"Meminta kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan upaya agar pelaku pencemaran lingkungan tersebut jera," ujarnya.

Ia mengatakan, masyarakat tidak mengetahui darimana sumber limbah yang muncul di bibir pantai pada pagi hari, dan masyarakat merasa bingung untuk mengadukan masalah tersebut.

Selain itu,mereka terpaksa tidak menangkap ikan yang satu-satunya mata pencarian para nelayan di pesisir pantai.

"Masyarakat merasa kebingungan harus mengadu kemana, sedangkan limbah tersebut sangat mengganggu dan merugikan bagi nelayan sekitar yang dalam beberapa hari ini banyak yang tidak melaut untuk mencari ikan," katanya.

Ia mengatakan, bahwa masyarakat masih mengkawatirkan terkait berbahaya atau tidaknya limbah yang mencemari lingkungan sekitar masyarakat tersebut.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait