#Kedelai

Pemerintah Diminta Kaji Kualitas Kedelai Lokal agar Jadi Pilihan Pengrajin Tempe

Pemerintah Diminta Kaji Kualitas Kedelai Lokal agar Jadi Pilihan Pengrajin Tempe
Ilustrasi tempe. MI/M Fahrullah


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Lampung merespons kenaikan harga kedelai impor yang dinilai meresahkan para pengrajin tempe dan tahu. 

"Pemerintah harus turun tangan mengenai harga kedelai yang mahal, mulai dari perindustriannya harus dicek. Pemerintah harus telusuri apakah benar perang dagang berpengaruh terhadap kuota impor kita," kata Ketua Umum YLKI Provinsi Lampung Subadra Yani, Minggu, 10 Januari 2021.

Menurutnya, negara harus fokus memperhatikan nasib pengrajin tempe yang menghasilkan kebutuhan pangan paling banyak diminati baik dari kalangan menengah, atas, maupun bawah. 

"Masyarakat sangat terdampak. Apalagi di tengah pandemi ini ekonomi merosot dan untuk memenuhi salah satu lauk, ya tempe agar bisa meminimalisir pengeluaran," ujarnya. 

Menurutnya, pemerintah harus bisa mengetahui dampak yang didapat jika harga kedelai impor kian naik.

"Sedangkan impor saat ini banyak sekali pesanan dari luar negara tak hanya Indonesia saja sehingga porsi untuk Indonesia berkurang," katanya. 

Satgas pangan, dari pihak Polri dan dinas terkait harus turun tangan untuk melihat dampak ketersediaannya. Jika barang langka ini mengakibatkan harga naik terus menerus dari Rp7 ribu per kg bisa naik sampai Rp10 ribu per kg dannharga tersebut sangat berdampak untuk pengrajin tempe.

"Kami khawatir ada upaya penimbunan sehingga pemerintah harus bersikap tegas," kata Subadra.

Menyikapi harga kedelai yang sering mengalami kenaikan, ia menilai pemerintah harus memahami alasan dari para pengrajin yang memilih kedelai impor ketimbang kacang kedelai lokal tersebut. 

"Pengrajin itu lihat dari segi kualitas mutu kacang kedelai yang dibutuhkan. Kualitas kedelai impor dapat menghasilkan produksi tempe yang banyak dan bagus," ujarnya. 

Pada situasi seperti ini, pemerintah harus mempelajari kenapa kedelain impor lebih diminati dan lebih menguntungkan.

"Gubernur punya program petani berjaya, petani kedelai ini harus di kaji biar bibit kedelai kita bisa setara kedelai impor, dan pastinya bisa antisipasi jika harga naik seperti ini," tutup dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait