#COVID-19#JAKARTA

Pemerintah Diminta Awasi Dampak Penyesuaian Tarif PCR

Pemerintah Diminta Awasi Dampak Penyesuaian Tarif PCR
Petugas kesehatan melakukan tes PCR kepada warga(MI/Andri Widiyanto)


Jakarta (Lampost.co) --  Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia meminta pemerintah mengawasi dampak penyesuaian tarif polymerase chain reaction (PCR). Jangan sampai kualitas tes dikorbankan karena penurunan harga.

“Awasi laboratorium jangan sampai abal-abal memanfaatkan penurunan harga dengan memberi kualitas yang buruk,” kata Sekretaris Jenderal Gakeslab Indonesia Randy Teguh dalam diskusi virtual, Sabtu, 30 Oktober 2021.

Randy mengatakan kekhawatiran itu mulai terdengar. Dia menerima laporan petugas tes PCR yang ogah memakai alat pelindung diri (APD) lantaran takut rugi karena penurunan harga PCR. Padahal, pemakaian APD penting guna melindungi dirinya dan masyarakat yang dites PCR.

“(Pengawasan) ini harus dilakukan pihak berwenang,” papar dia.

Randy juga mendorong pemerintah mencegah praktik monopoli dari penyesuaian harga. Dia khawatir ada pihak yang tidak bertanggung jawab meraup pundi-pundi dari harga teranyar.

Pemerintah menetapkan batas tarif tes usap atau swab RT-PCR menjadi Rp275 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali. Lalu, Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa dan Bali. Laboratorium nakal bakal ditindak tegas.

 

 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait