#ekspor

Pemerintah Buka Kembali Keran Ekspor Batu Bara

Pemerintah Buka Kembali Keran Ekspor Batu Bara
Ekspor Batu Bara. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Pemerintah memutuskan untuk membuka kembali ekspor batu bara mulai 1 Februari setelah pelarangan sejak 1 Januari. 


Izin itu diberikan bagi perusahaan yang memenuhi kewajiban domestic market obligation (DMO) dan menyampaikan surat pernyataan bersedia membayar denda atau dana kompensasi atas kekurangan DMO di 2021. 

Baca juga: Didukung Pemerintah, PLN Siapkan Pengamanan Berlapis Pasokan Batu Bara

Langkah itu diambil dengan mempertimbangkan kondisi pasokan batu bara dan persediaan batubara pada PLTU PLN dan Independent Power Producer (IPP) aman selama bulan ini.  

"Sementara, perusahaan tambang yang belum memenuhi DMO 2021 dan belum menyampaikan surat pernyataan bersedia membayar denda belum diizinkan melakukan penjualan batubara ke luar negeri," tegas Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin dalam keterangan resmi. 

Adapun izin ekspor diberikan kepada perusahaan tambang yang memenuhi kriteria realisasi DMO di 2021 sebesar 100% atau lebih. Lalu bagi yang merealisasi DMO kurang dari 100% dan menyampaikan surat pernyataan bersedia membayar dana kompensasi atas kekurangan DMO 2021. 

Kemudian, izin ekspor diberikan kepada perusahaan yang tidak memiliki kewajiban DMO 2021. 

Ridwan mengungkapkan, selama periode larangan ekspor, Kementerian ESDM, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan, PT PLN, Indonesian National Shipowners Association (INSA), dan perusahaan pemasok batu bara menyatakan bekerja keras untuk memastikan pasokan batu bara ke PLTU dapat terkirim dengan lancar. 

 

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait