pajakimpor

Pemerintah Bebaskan Pajak Impor 10 Barang Strategis

Pemerintah Bebaskan Pajak Impor 10 Barang Strategis
Ilustrasi terminal peti kemas pelabuhan. Dok: MI


JAKARTA (Lampost.co) -- Pemerintah membebaskan pajak untuk sejumlah barang impor bersifat strategis. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2020 tentang Impor dan/atau Penyerahan Barang Kena Pajak Tertentu yang Bersifat Strategis yang Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai .

Pertama, mesin dan peralatan pabrik yang merupakan satu kesatuan. Baik dalam keadaan terpasang maupun terlepas.

"Termasuk barang yang digunakan secara langsung. Namun, ini tidak termasuk dengan barang suku cadang," bunyi pasal 1 butir a PP 48/2020 dikutip Medcom.id pada Senin, 31 Agustus 2020.

Kedua, barang yang dihasilkan dari kegiatan usaha di bidang kelautan dan perikanan, baik penangkapan maupun budidaya. Terkecuali ikan hias.

Ketiga, jangat dan kulit mentah yang tidak disamak. Keempat, ternak yang kriteria dan/atau rinciannya diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan setelah mendapat pertimbangan dari menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian.

Kelima, bibit dan/atau benih dari barang pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, atau perikanan. Keenam, pakan ternak. Tidak termasuk pakan hewan kesayangan. Ketujuh, pakan ikan.

Kedelapan, bahan pakan untuk pembuatan pakan ternak dan pakan ikan. Tidak termasuk imbuhan pakan dan pelengkap pakan yang kriteria dan/atau rincian bahan pakan diatur kementerian terkait.

Kesembilan, bahan baku kerajinan perak dalam bentuk perak butiran dan/atau dalam bentuk perak batangan. Kesepuluh, liquified natural gas.

Aturan ini ditandatangani Presiden Joko Widodopada 24 Agustus 2020. Peraturan Pemerintah ini berlaku sejak tanggal diundangkan.
 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait