#pembunuhan#hukum

Pembunuh Tetangga di Kemiling Didakwa 3 Pasal

Pembunuh Tetangga di Kemiling Didakwa 3 Pasal
Ruang sidang PN Tanjungkarang yang mengelar sidang virtual pembunuhan tetangga di Kemiling. Dok.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dedi M (42), warga Sinar Banten, Sumberejo, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung, didakwa dengan sengaja dan terencana menghilangkan nyawa orang lain. Hal ini terungkap di persidangan yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa, 20 Oktober 2020.

Jaksa Tri Buana Mardasari mengatakan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP, subsider perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 340 KUHP, dan perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 Ayat (3) KUHP.

Menurut Jaksa, awalnya pada Minggu, 3 Mei 2020, sekitar jam 10.00 WIB, terdakwa cekcok mulut dengan saksi Wagini yang merupakan istrinya, kemudian terdakwa pergi meninggalkan rumah untuk memenangkan diri. "Pukul 17.00 WIB terdakwa kembali ke rumah dan kembali cekcok. Terdakwa memukul Wagini hingga menangis dan pergi ke rumah saksi Sumarni," katanya.

Setengah jam kemudian, terdakwa berniat menyusul istrinya (Wagini) untuk mengajaknya pulang ke rumah. Namun, terdakwa mengambil sebilah senjata tajam jenis pisau garpu sepanjang ± 10 cm bergagang tulang sapi yang diselipkan di pinggang kiri.

"Terdakwa pergi kerumah saksi Sumarni dan mengajak saksi Wagini pulang namun istrinya yang sedang menangis dan ditenangkan saksi Sumarni menolak untuk pulang karena takut dipukul terdakwa," ujarnya.

Lalu terdakwa meninggalkan saksi Wagini dan pada saat dia melihat Poniran yang berada di depan rumah. Terdakwa yang sedang emosi, marah karena merasa Poniran melihat dengan melotot ke arahnya. Terdakwa pun menghampiri korban dan langsung mengeluarkan senjata tajam jenis pisau garpu.

"Terdakwa langsung menyerang Poniran secara membabi buta sehingga korban jatuh tersungkur, lalu terdakwa pergi meninggalkannya," kata Jaksa.

Berdasarkan visum et repertum Nomor: R/VER/15/KES.22/V/2020/RSB tanggal 26 Mei 2020 dinyatakan berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan dua luka terbuka pada sisi kiri, dua buah luka terbuka pada punggung sisi kiri, dan satu buah luka terbuka pada lengan kiri sisi depan akibat kekerasan tajam, yang berdasarkan ciri lukanya sesuai dengan luka tusuk, luka tusuk di dada (luka nomor empat belas “b”) tersebut menembus rongga dada.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait