#pencemaran#Lamtim

Pembudidaya Udang Harapkan Ganti Rugi

Pembudidaya Udang Harapkan Ganti Rugi
Lokasi Pantai Kuala Penet di Pesisir Labuhan Maringgai, Lampung Timur tampak bekas limbah yang menempel dibebatuan, Rabu 20 Juli 2022. Lampost.co/Arman Suhada


Lampung Timur (Lampost.co)— Dedi Cahyadi pembudidaya udang di kelompok Mina Surya Lesari, di Labuhan Maringgai, Lampung Timur menghraapkan ada ganti rugi dari pencemaran pesisir laut.

Menurutnya, belum ada pihak yang mendata kerugian petambak udang. "Belum ada pendataan dari mereka, apalagi mau ganti rugi," jelasnya.

Ia menjelaskan baru satu petambak yang tercemar limbah minyak di Lampung Timur.

“Baru satu saja yang terdampak, dan kematiannya sekitar 80 persen," katanya.

Baca Juga : Limbah Minyak di Pesisir Lamtim Terkumpul 3.500 Karung

Menurutnya, udang tersebut seharusnya bida dipanen dalam dua minggu ke depan. "Umur udang yang tercemar itu, sudah 2 bulan lebih, harusnya sekitar dua Minggu lagi sudah panen," jelasnya.

“Kami berharap adanya ganti rugi dari limbah ini, karena kami pasti mulai merawat dari awal lagi udangnya," tukasnya.

Sementara itu Kasat Polairud Polres Lampung Timur AKP Mawardi menyampaikan lokasi kebocoran pipa atau kilang minyak milik PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatera (PHE OSES), terjadi di perbatasan laut Jakarta dan laut timur, Lampung Timur.

Pencemaran di Lampung, tepatnya berada di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur.

Ia juga menyebutkan, beberapa lokasi pantai yang terkena dampak pencemaran limbah minyak.

"Untuk yang terdampak itu, beberapa diantaranya, Pantai Kerang Mas, Pantai Muara Gambas dan Pantai Kuala Penet," imbuhnya.

Namun, sampai saat ini, pihaknya masih mendata, luas wilayah yang terkonfirmasi terdampak ceceran minyak.

"Untuk luas pantai timur ini, 107 kilometer, tapi untuk yang terdampak, masih kita perkirakan, yang pasti saat ini kondisi pantai sudah bersih," kata AKP Y. Mawardi.

Selain itu, ia juga mengungkapkan, limbah minyak tersebut terbawa ke pinggir pantai, karena sedang musim angin Timur.

"Karena sedang musim angin Timur, jadi angin menuju arah pantai kita, maka limbah minyak itu terbawa ombak sampai ke pantai," katanya.

"Kemarin kita sudah patroli ke tengah laut, kondisinya sudah bersih, dan dari pihak PHE OSES juga sudah melakukan pembersihan," tambahnya.

EDITOR

Dian Wahyu K


loading...



Komentar


Berita Terkait